Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian Erick Thohir Ingin Satukan Grup Pelindo I-IV

"Keinginan kita Pak Jokowi, tol laut itu akan semakin cepat terlaksana ketika ide besar membangun sebuah kekuatan, menyatukan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV dalam sebuah perusahaan, di merger," ungkap Arya Sinulingga, Staf Khusus Kementerian BUMN.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  06:26 WIB
Pelabuhan Batu Ampar di Batam, Kepulauan Riau. - Pelindo I
Pelabuhan Batu Ampar di Batam, Kepulauan Riau. - Pelindo I

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga PT Pelabuhan Indonesia (PT Pelindo) mengungkapkan keinginannya untuk menyatukan PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III dan PT Pelindo IV.

Pernyataan ini disampaikan pada siaran YouTube Kementerian BUMN RI berjudul "Masa Depan Pelabuhan Indonesia" yang disiarkan secara langsung pada Jumat (15/1/2021).

"Keinginan kita Pak Jokowi, tol laut itu akan semakin cepat terlaksana ketika ide besar membangun sebuah kekuatan, menyatukan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV dalam sebuah perusahaan, di merger," ungkap Arya Sinulingga, Staf Khusus Kementerian BUMN.

Pada siaran ini, Arya yang berlaku sebagai host mengungkapkan penggabungan empat kekuatan perusahaan ini akan membuat terjadinya penggabungan aset serta penggabungan standar operasional sehingga dari Sabang sampai Merauke akan berada pada satu sistem.

Bukan seperti saat ini, di mana antar pelabuhan masih bergerak sendiri-sendiri. Arya mengungkapkan saat ini pindah pelabuhan juga berarti pindah sistem yang menyebabkan banyak keterlambatan dan banyak hal prosedural yang harus dilalui.

Merger PT Pelindo dipercaya dan diharapkan akan membantu logistik nasional menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien.

Direktur Utama PT Pelindo II Arif Suhartono pada kesempatan yang sama kemudian menjelaskan bagaimana merger ini menjadi jalan terbaik untuk PT Pelindo I hingga IV milik BUMN ini.

Arif mengungkapkan merger Pelindo dari segi ekonomi akan menjadikan pelabuhan sebagai tempat dengan performa tinggi dan reliable atau dapat dipercaya.

Sementara dengan terpisahnya Pelindo saat ini ungkap Arif performa masing-masing Pelindo berbeda, kapabilitas masing-masing Pelindo berbeda karena entitasnya yang juga berbeda.

"Tidak akan mudah secara governance, source dari sini pindah ke yang lain. Itu enggak bisa, dan dengan adanya problem tersebut, maka salah satu solusi yang ditawarkan dari studi yang ada, itu adalah merger," ungkap Arif dikutip pada Jumat (15/1/2021).

Dia menjelaskan merger pelabuhan Indonesia baiknya akan ada pembentukan servis klaster pelabuhan yang dicontohkan seperti klaster peti kemas, klaster non peti kemas, klaster marine, klaster logistik, dan klaster equipment.

Pembagian per klaster ini akan membuat adanya integrasi sistem. Arif menjelaskan akan sangat bagus apabila pelabuhan dari ujung ke ujung Indonesia mempunyai performa yang sama, mempunyai account manager yang sama, servis yang sama, standar yang sama.

Jika hal ini terjadi Arif mengungkapkan bahwa ini akan mempermudah costumer atau pelanggan. Selain itu, Arif menyebutkan bahwa kemungkinan 80 persen costumer peti kemas adalah orang yang sama di setiap Pelindo.

"Dan kami dari Pelindo II sangat-sangat mendukung ide-ide tersebut karena ini. Saya yang menjadi bagian dari warga negara, akan sangat untung apabila logistic cost juga bagus," ungkap Arif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pelindo iii merger pelindo ii pt pelindo i pelindo iv
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top