Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Rumah Tapak Diprediksi Cerah, Didominasi End User

Rumah tapak menjadi subsektor nproperti yang berprospek cerah tahun ini dengan pembeli yang didominasi end user yang menjadikan hunian sebagai kebutuhan primer.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  09:25 WIB
Ilustrasi rumah tapak di Nanjung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat./Bisnis - Rachman
Ilustrasi rumah tapak di Nanjung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat./Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor properti rumah tapak dinilai memiliki prospek yang cerah pada tahun ini, menurut konsultan properti Colliers International.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan rumah tapak menjadi salah satu kebutuhan pokok.

"Rumah tapak ini kebanyakan end user untuk tempat tinggal, sehingga prospeknya bagus beda apartemen yang dijadikan investasi sebagian besar," ujarnya.

Selain itu, prospek properti rumah tapak juga dikarenakan kemudahan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).

"Kemudahan KPR dan juga yang terpenting bagaimana mereka bisa secure dengan pekerjaan dan masih bisa bertahan dalam krisis ini," kata Ferry.

Dia menyebutkan rumah tapak yang paling diminati atau diserap pasar diperkirakan dengan harga berkisar Rp500 juta hingga Rp2 miliar.

"Untuk di bawah Rp500 juta ini menengah ke bawah menunggu kepastian, bagaimana mereka mengalami PHK atau pemotongan gaji. Kalau yang Rp2 miliar ke atas juga menunggu kondisi pulih," ucap Ferry.

Sepanjang tahun lalu, bisnis properti termasuk sektor yang tertekan akibat pandemi Covid-19, tetapi rumah tapak tetap menopang cashflow pengembang karena merupakan kebutuhan utama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top