Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 2 Lokasi Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia rencananya dibangun di dua lokasi.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  14:39 WIB
LG Energy Solution. - LG
LG Energy Solution. - LG

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia rencananya dibangun di dua lokasi.

Lokasi pembangunan pabrik baterai yang akan dikembangkan oleh konsorsium BUMN dan LG Energy Solution, anak usaha dari LG Chem asal Korea Selatan, berada di Maluku Utara dan Batang, Jawa Tengah.

"Untuk hulunya, bangun smelter dan tambangnya di Maluku Utara. Cathode, precusor, dan sebagian baterai cell-nya berdasarkan hasil survei nantinya itu akan dilakukan di Batang," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, dipilihnya Batang sebagai lokasi pembangunan pabrik baterai karena daerah tersebut merupakan kawasan industri yang sangat strategis untuk dikembangkan.

Hadirnya pabrik baterai di Batang diharapkan mampu menciptakan kerja sama antara investor asing dan pengusaha nasional, pengusaha lokal, dan UMKM.

Pengembangan baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu hingga ke hilir tersebut akan dilakukan oleh konsorsium BUMN yang terdiri atas Mining and Industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk., bersama mitra investor asing.

LG Energy Solution dan Pemerintah Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk pembangunan pabrik baterai pada 18 Desember 2020. Bahlil menyebutkan bahwa total investasi proyek ini mencapai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.

Selain LG Energy Solution, konsorsium BUMN juga tengah bernegosiasi dengan investor asal China, yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL).

Proyek baterai ini nantinya akan melingkupi proyek smelter HPAL dan RKEF di sisi hulu, kemudian proyek precursor, proyek katoda, battery cell dan pack di sektor intermediate, serta ESS-charging station-power solutions hingga daur ulang di sisi hilir.

"Hulunya, smelternya itu dengan Antam karena IUP [izin usaha pertambangan]-nya punya Antam. Untuk cathode, precusor itu Pertamina sama PLN dan MIND ID, sampai battery cell-nya," kata Bahlil.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Baterai Mobil Listrik
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top