Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbas Pandemi, Wapres: Realisasi Program Sejuta Rumah Tak Capai Target

Wapres Ma'ruf Amin menyatakan capaian program satu juta rumah per tanggal 14 Desember 2020 adalah 856.758 unit.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  13:11 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat mengisi diskusi ekonomi dan perbankan syariah di era new normal  -  Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat mengisi diskusi ekonomi dan perbankan syariah di era new normal - Setwapres

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan sektor perumahan di Tanah Air mengalami penurunan selama 2020. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan realisasi program sejuta rumah pada tahun ini tidak mencapai target.

Dia mengatakan program satu juta rumah telah dimulai sejak 2015. Selama lima tahun terakhir, realisasi pembangunan rumah mencapai 5,6 juta unit per 14 Desember 2020. Lebih dari 70 persen rumah tersebut dinikmati oleh golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Khusus untuk tahun ini, dikarenakan pandemi Covid-19, terjadi penurunan pertumbuhan pada sektor perumahan di Indonesia. Realisasi Program Sejuta Rumah tidak sesuai target,” kata Wapres saat menyampaikan keynote speech pada focus grup discussion DPD RI, Senin (28/12/2020).

Lebih lanjut, dia menyatakan capaian program satu juta rumah 2020 per tanggal 14 Desember sebesar 856.758 unit. Sekitar 77 persen di antaranya disalurkan kepada MBR.

Selain itu, pertumbuhan sektor Real Estate pada kuartal III tahun ini juga jauh di bawah angka pertumbuhan pada 2019 yang mencapai 5,49 persen.

Pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah dan Apartemen (KPR dan KPA) juga menurun tajam, dari 7,99 persen pada 2019, menjadi hanya 2,05 persen pada kuartal III pada 2020.

“Pada tahun 2021 Pemerintah berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5 persen. Salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendukung target tersebut adalah sektor perumahan, yang mendapatkan perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional,” tuturnya.

Wapres menegaskan perumahan menjadi sektor strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sektor perumahan berkontribusi pada 2,7 persen produk domestik bruto nasional.

Sektor ini lanjut Wapres juga memacu kurang lebih 175 industri lainnya dan menyerap tenaga kerja di sektor perumahan sekiar 4,23 juta orang.

“Di tengah tekanan pandemi yang menyebabkan perekonomian domestik di kuartal III/2020 mengalami kontraksi 3,49 persen, sektor perumahan termasuk salah satu sektor yang mampu tumbuh positif,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti perumahan perumahan rakyat wapres ma'ruf amin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top