Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRSDM Perkenalkan Teknologi Mini Chilling Storage untuk Kapal Perikanan

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) memperkenalkan teknologi mini chilling storage (MCS) untuk kapal perikanan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 27 Desember 2020  |  18:10 WIB
Pekerja melakukan proses penggaraman ikan asin di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (25/7). Selain penggaraman, penanganan pascapanen suhu rendah dapat dilakukan dengan cara pembekuan.  - ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Pekerja melakukan proses penggaraman ikan asin di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (25/7). Selain penggaraman, penanganan pascapanen suhu rendah dapat dilakukan dengan cara pembekuan. - ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) memperkenalkan teknologi mini chilling storage (MCS) untuk kapal perikanan.

Kepala Pusat Riset Perikanan Yayan Hikmayani menyampaikan teknologi penyimpanan ikan di atas kapal tersebut telah sampai pada tahapan uji kinerja skala terbatas di kapal nelayan Kota Pekalongan, yang mewakili karakteristik pantai utara Jawa.

"Sebelumnya [MCS untuk kapal perikanan] ini telah melalui tahapan desain, rancang bangun dan pengujian baik di laboratorium maupun kapal nelayan di Sadeng Gunungkidul, yang mewakili karakteristik pantai selatan Jawa," ujarnya seperti dikutip dalam keterangan pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, Minggu (27/12/2020).

Keunggulan teknologi ini di antaranya suhu penanganan ikan lebih optimal (-1,5oC), pendinginan lebih merata pada permukaan ikan, tekanan fisik pada ikan berkurang, muatan ikan pada palka lebih banyak karena tidak perlu tempat untuk es balok.

Selain itu, dari sisi beban muatan terhadap kapal, mengangkut teknologi MCS lebih ringan dibandingkan dengan membawa es balok dari darat.

Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang penting bagi manusia karena kandungan gizinya yang tinggi. Sebagaimana produk hayati lainnya, ikan merupakan bahan pangan yang cepat mengalami kerusakan (highly perishable food).

Suhu merupakan faktor penting yang dapat mempercepat proses kerusakan, serta menurunkan mutu dan kesegaran ikan. Mutu dan kesegaran ikan dapat dipertahankan jika ditangani dengan hati-hati, cepat, bersih dan disimpan pada suhu rendah. Salah satu upaya penanganan pascapanen suhu rendah yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pembekuan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kota Pekalongan Agus Jati Waluyo mengapresiasi BRSDM KKP karena aplikasi teknologi ini merupakan bagian dari pembangunan kelautan dan perikanan, khususnya di Kota Pekalongan.

"Harapannya agar percontohan teknologi MCS ini dapat ditularkan/dikembangkan lebih luas lagi."

Imam Menu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan, menyampaikan terima kasih, sekaligus menguatkan bahwa selama teknologi itu mudah dan pendinginannya efektif. "Teknologi ini pasti akan diterima oleh nelayan."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nelayan cold storage
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top