Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nilai Perdagangan Indonesia-Turki Ditargetkan Naik 6 Kali Lipat

Peningkatan nilai perdagangan itu ditargetkan dalam kungjungan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu ke Indonesia, Selasa (22/12/2020).
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  13:45 WIB
Menteri Luar Negeri Turki Mevlt avusoglu (kiri) berbincang  dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam kunjungannya ke Indonesia, Selasa (22/12/2020) - Dok./Kemenlu.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlt avusoglu (kiri) berbincang dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam kunjungannya ke Indonesia, Selasa (22/12/2020) - Dok./Kemenlu.

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dan Turki berkomitmen meningkatkan nilai perdagangan 6 kali lipat seiring dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu ke Tanah Air. 

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan saat ini volume perdagangan antara dua negara sekitar US$1,5 miliar. Sementara itu, total populasi dua negara mencapai 350 juta. 

“Jadi masih sangat di bawah potensi sebenarnya. Maka kami sepakat untuk meraih tujuan bersama untuk mencapai US$10 miliar,” katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/12/2020).

Cavusoglu mengakui terkesan dengan industri pertahanan Indonesia yang dinilainya memiliki kualitas yang bagus, harga yang kompetitif, dan tidak ada hambatan politik. 

“Kami juga akan meningkatkan investasi di Indonesia. Perusahaan Turki sangat berminat investasi ke Indonesia meski pandemi,” lanjutnya. 

Dengan tingginya jumlah proyek infrastruktur di Indonesia, dia mengajak Indonesia meningkatkan kerja sama di sektor infrastruktur menggunakan  skema private public partnership (PPP). 

Menteri Cavusoglu melakukan kunjungan ke Jakarta untuk bertemu Menlu Retno Marsudi pada pagi hari ini. Kunjungan akan dilanjutkan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo siang ini. 

Dalam kunjungan ini, Menteri Cavusoglu juga menyatakan rencana Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Indonesia pada tahun depan. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kunjungan yang dilakukan di tengah pandemi ini menunjukkan kemitraan Indonesia – Turki terus berkembang.

Beberapa kerja sama yang dibahas di antaranya adalah melanjutkan perundingan Indonesia – Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT – CEPA) yang ditarget rampung  pada 2021.

“Terkait investasi, kami menyambut minat investor Turki yang semakin meningkat di Indonesia. Beberapa proyek yang saat ini sedang dibahas adalah di bidang perkapalan, pertanian, dan Infrastruktur,” ungkap Retno.

Retno menyambut baik minat investasi Turki dalam proyek-proyek infrastruktur di Indonesia dalam skema PPP, khususnya pada proyek jalan tol dan bendungan.

Terkait dengan kerja sama teknologi dan industri, sejak Juni lalu, pembicaraan intensif telah dimulai kedua negara untuk bekerja sama di bidang industri dirgantara, mobil elektrik, tempat peluncuran roket (spaceport building), satelit and kendaraan peluncur satelit serta juga juga teknologi medis dan farmasi. 

Retno juga menyatakan kesiapan BUMN Indonesia dalam kolaborasi pengembangan industri gas di Turki mengingat pengalaman Indonesia yang lama di bidang tersebut.

“Kami mencatat keterlibatan 8 orang tenaga ahli Indonesia dalam tim yang menemukan 320 miliar meter kubik cadangan gas alam di lepas pantai Laut Hitam di Turki pada Agustus tahun ini,” katanya. 

Dalam pertemuan ini, selain membahas potensi kerja sama, kedua Menteri Luar Negeri juga menandatangani nota kesepahaman tentang Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Diplomatik. Nota kesepahaman ini akan meningkatkan pelatihan dan pertukaran diplomat antara dua negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan kemenlu turki
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top