Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AP I Targetkan Bandara Dhoho di Kediri Rampung Tahun Depan

PT Angkasa Pura I (persero) bersama dengan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) sebagai mitra pembangunan bandara Dhoho di Kediri.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 Desember 2020  |  21:25 WIB
AP I Targetkan Bandara Dhoho di Kediri Rampung Tahun Depan
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (kiri) dan Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta menandatangani nota kesepahaman rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jakarta, Selasa (10/3/2020). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Angkasa Pura I (persero) bersama dengan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) sebagai mitra pembangunan bandara Dhoho di Kediri menargetkan penyelesaiannya pada Desember 2021.

Target tersebut disusun menyusul pada Maret 2020 lalu, AP I dan Gudang Garam telah melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MOU) terkait rencana kerja sama pengelolaan Bandara Kediri tersebut. Rencananya Bandara Dhoho sebagai bagian dari multi-airport system di wilayah Jawa Timur untuk melayani pertumbuhan lalu lintas penumpang (passenger traffic).

"Kami telah melakukan kunjungan ke proyek pembangunan Bandara Dhoho Kediri sebagai komitmen dan dukungan mitra operator Bandara Dhoho Kediri yang pembangunannya ditargetkan dapat selesai pada Desember 2021," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dikutip, Minggu (13/12/2020).

Faik melanjutkan rencananya sebagai bagian dari multi-airport system di wilayah Jawa Timur untuk melayani pertumbuhan lalu lintas penumpang. Bandara Dhoho juga dapat dikembangkan menjadi pusat kargo udara di wilayah Jawa Timur.

Sebagai informasi, Bandara Kediri direncanakan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain Bandara Juanda Surabaya. Di tahun 2019 yang lalu, tercatat Bandara Juanda telah melayani lebih dari 16,6 juta penumpang dengan trafik pesawat mencapai 129.000 pergerakan pesawat dan kargo mencapai 88,4 juta kilogram.

Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara 321 hektare yang dapat memiliki kapasitas 1,5 juta - 2,5 juta penumpang per tahun.

Selain itu dengan dimensi runway sepanjang 3.300 meter x 45 meter, Bandara Dhoho dapat menampung 8 pergerakan pesawat pada pada jam sibuk dan dapat menjadi alternatif ketika terdapat hambatan di bandara-bandara di Jawa Timur.

Pembangunan Bandara di Kediri ini sangat potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Juanda di Jawa Timur. Maka seiring dengan perkembangan dan potensi tersebut, bandara di Kediri ini dapat menjadi alternatif bandara yang akan dapat menjadi gerbang kedua di wilayah Jawa Timur, terutama dapat membuka area ke wilayah Tulung Agung, Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Magetan dan lain lain.

Sebelumnya, Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata T Siddharta mengatakan untuk membangun bandara di Kediri ini, perusahaan harus menggelontorkan dana hingga Rp9 triliun. Dimana pendanaan pembangunan tersebut berasal dari internal kas perusahaan.

"Nilai investasi tadinya Rp1-10 triliun. Tapi sekarang kita melihat bisa Rp6 triliun-Rp9 triliun," kata Istata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur jatim angkasa pura i kediri bandara kediri
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top