Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Muatan Balik Tol Laut, Momentum Daerah Tingkatkan Potensi

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai masalah ketidakseimbangan muatan balik tol laut seharusnya bisa menjadi momen untuk meningkatkan potensi daerah.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  20:44 WIB
Kapal Motor (KM) Binaiya meninggalkan dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Kapal Motor (KM) Binaiya meninggalkan dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Masalah ketidakseimbangan muatan dalam keberlangsungan tol laut dipandang akan terus berlanjut tanpa diiringi dengan upaya pengembangan ekonomi daerah.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, kehadiran tol laut sejatinya tidak hanya dipandang sebagai upaya untuk memangkas disparitas harga. Lebih dari itu, kehadiran fasilitas ini seharusnya bisa menjadi momen untuk meningkatkan potensi daerah.

“Masalah return cargo itu masalah lama. Yang kami harapkan sebenarnya dengan tol laut ini bisa mendorong perkembangan ekonomi daerah. Dengan demikian produktivitasnya meningkat dan muatan balik bisa seimbang,” kata Yukki saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (10/12/2020).

Dia memberi contoh pada berhasil dikirimkannya beras dari Manokwari ke Surabaya yang menandai potensi daerah untuk memberi pasokan barang unggul.

“Memang untuk meningkatkan produksi ini memerlukan waktu, oleh karena itu perlu kerja sama berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah pusat, tetapi perlu komitmen pemerintah daerah,” lanjutnya.

Sejumlah daerah yang dilalui tol laut tercatat memiliki potensi barang masing-masing. Sebagai contoh, Merauke memiliki keunggulan produksi beras dan kopra, sementara Saumlaki dikenal unggul dengan produksi udang, tepung ikan, dan ikan beku.

“Daerah tujuan pengiriman harus bisa mengembangkan potensinya. Kalau ada barang unggulan, itu yang dikirim. Kita tidak bisa hanya mengandalkan subsidi terus-menerus untuk masalah imbalance cargo ini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Tol Laut
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top