Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Festival Belanja Tanggal Kembar, Momentum Brand Tarik Pelanggan

Budaya belanja daring pada tanggal kembar dinilai bisa menjadi momentum brand untuk menjalankan strategi dalam menarik pelanggan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  17:13 WIB
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. / Antara
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. / Antara

Bisnis.com, JAKARTA – iStyle.id, platform lokapasar daring, menyebutkan bahwa setiap brand memerlukan strategi untuk mendulang penjualan dan menarik pelanggan selama festival belanja di tanggal kembar (double days).

Chief Marketing Officer iStyle.id, Ardi A. Sudarto mengatakan bahwa budaya belanja daring pada tanggal kembar memang paling diminati di Indonesia, lantaran telah menjadi kebiasaan masyarakat selama beberapa tahun belakangan.

“Terlebih dipacu di masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk meminimalkan aktivitas di luar rumah. E-commerce perlu hadir dengan tampilan baru yang lebih fresh dengan tetap membawa ciri khas sehingga masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan dengan nyaman dari rumah," ujarnya lewat diskusi virtual, Kamis (3/11/2020).

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa saat brand bersiap untuk menghadapi Double Days terutama untuk 12.12 tahun ini, mereka melakukan beberapa strategi untuk menghasilkan daya tarik maksimum dari pelanggan.

Pertama, dia menyebutkan bahwa setiap brand perlu menarget audiens yang paling berharga. Salah satunya, melalui optimalisasi situs web dan kampanye, brand dapat mendapatkan jangkauan yang lebih luas dari pelanggan baru dan pelanggan yang telah ada.

“Ini termasuk dengan menemukan pembeli baru yang tertarik dan melibatkan kembali pelanggan saat ini dengan memanfaatkan data dan insights,” katanya.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa untuk strategi kedua agar dapat memaksimalkan setiap pembelian konsumen, maka perlu untuk memastikan nilai tambah dikomunikasikan kepada pelanggan.

Ardi mengatakan bahwa strategi ini perlu agar brand menemukan cara yang unik dalam memberikan tambahan nilai pada penawaran mereka, selain dengan memberikan diskon.

“Hal ini bisa mencakup layanan pelanggan yang unik dan praktis, termasuk opsi belanja toko yang lebih aman dan integrasi pembelian online dan offline untuk mengatasi masalah pelanggan selama pandemi,” katanya.

Terakhir, dia menilai bahwa setiap brand perlu untuk meningkatkan relevansi iklan. Menurutnya, mereka perlu memastikan bahwa iklan ditayangkan dalam konteks yang tepat dan dengan konten yang relevan untuk audiens tertentu mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online e-commerce
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top