Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penumpang KRL 11,4 Juta Orang, Protokol Kesehatan Jadi Sorotan

KAI Commuter juga mencatat sejak Januari hingga November 2020 telah melayani 141.449.845 pengguna.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  22:06 WIB
Kereta Rel Listrik melintas didekat Stasiun Tanah Abang, di Jakarta, Jumat (10/4). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menyesuaikan operasional kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek sejalan dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Sesuai aturan PSBB, maka operasional KRL di pemerintah provinsi DKI Jakarta dimulai pukul 06.00 WIB dan berakhir hingga 18.00 WIB. Bisnis - Dedi Gunawan
Kereta Rel Listrik melintas didekat Stasiun Tanah Abang, di Jakarta, Jumat (10/4). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menyesuaikan operasional kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek sejalan dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Sesuai aturan PSBB, maka operasional KRL di pemerintah provinsi DKI Jakarta dimulai pukul 06.00 WIB dan berakhir hingga 18.00 WIB. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang November 2020, KAI Commuter mencatat pertumbuhan penumpang 13 persen menjadi 11,4 juta pengguna dibandingkan dengan Oktober 2020.

Penumpang rata-rata harian pun mencapai 412.187 orang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menuturkan dalam rangka upaya untuk mencegah penularan Covid-19, KAI Commuter terus berkomitmen menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para pengguna yang akan naik KRL.

Penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) merupakan kewajiban bagi seluruh pengguna KRL, termasuk di tengah tren peningkatan jumlah pengguna selama November 2020.

"Di tengah penerapan protokol kesehatan yang ketat, sepanjang November 2020 KAI Commuter telah melayani 11.451.083 pengguna atau meningkat 13 persen dibanding bulan Oktober 2020 dengan rata-rata jumlah pengguna pada hari kerja menyentuh angka 412.187 orang per hari," jelasnya, Senin (1/12/2020).

KAI Commuter juga mencatat sejak Januari hingga November 2020 telah melayani 141.449.845 pengguna.

Bahkan, pada Senin (30/11/2020) lalu tercatat pengguna harian tertinggi KRL selama masa PSBB yaitu mencapai 443.633 pengguna.

Sejalan dengan meningkatnya volume pengguna KRL di hari kerja, volume pengguna KRL di akhir pekan juga mengalami kenaikan. Sebagai contoh pada Sabtu (28/11/2020), merupakan volume  pengguna tertinggi di akhir pekan dengan 364.127 pengguna per hari.

Melihat kondisi yang demikian, KAI Commuter terus memaksimalkan penerapan protokol kesehatan di stasiun utamanya menjaga jarak.

Upaya ini dilakukan dengan melakukan antrean penyekatan di sejumlah titik di stasiun. Selanjutnya, KAI Commuter juga akan menambah rangkaian dengan formasi 12 kereta (SF 12) yang beroperasi.

Pada awal Desember ini akan ada lima rangkaian dengan formasi 12 kereta yang menggantikan rangkaian dengan formasi 10 maupun 8 kereta.

Secara keseluruhan, KAI Commuter tetap mengoperasikan 993 perjalanan KRL per harinya dengan jam operasional 04:00 - 24:00 WIB.

"Namun melihat jumlah kasus Covid-19 yang masih terus bertambah di Jabodetabek, KAI Commuter akan senantiasa mengikuti perkembangan regulasi dari pemerintah daerah setempat mengenai jam operasional transportasi publik," paparnya.

KAI Commuter mengajak para pengguna untuk tetap membiasakan diri mengikuti protokol kesehatan serta dapat bekerja sama untuk mengatur waktu perjalanannya, sehingga tidak terjadi kepadatan di waktu-waktu tertentu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai commuter line
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top