Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan Biaya, Qantas Gunakan Lebih Dari 2.000 Tenaga Outsourcing

Qantas melaporkan kerugian hinha US$2 miliar pada Agustus 2020 akibat pandemi Covid-19 dan pembatasan perjalanan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 30 November 2020  |  14:53 WIB
Pesawat Airbus SAS A380 yang dioperasikan oleh Qantas Airways lepas landas di Bandara Sydney, Australia. - Bloomberg.
Pesawat Airbus SAS A380 yang dioperasikan oleh Qantas Airways lepas landas di Bandara Sydney, Australia. - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Qantas akan mempekerjakan lebih dari 2.000 staf alih daya (outsourcing) untuk menekan biaya operasional. 

Pemangkasan tenaga kerja sekitar 6.000 orang sudah diumumkan sebelumnya oleh maskapai asal Australia ini pada awal tahun ini.

Qantas melaporkan kerugian hinha US$2 miliar pada Agustus 2020 akibat pandemi Covid-19 dan pembatasan perjalanan.

“Hal ini telah membuat dunia aviasi tertekan. Semua maskapai penerbangan di dunia harus membuat keputusan yang dramatis untuk bertahan dan kerugian yang dialami membutuhkan waktu untuk dipulihkan,” kata Chief Executive Qantas Andrew David, dilansir dari BBC, Senin (30/11/2020).

Qantas berharap bisa berhemat senilai US$74 juta per tahun selama pandemi dengan mempekerjakan staf alih daya.

Tak hanya itu, potensi penghematan bisa mencapai US$59 juta selama lima tahun ke depan dengan menghindari pembiayaan baru di peralatan lapangan misalnya aircraft tugs dan pengelolaan bagasi.

Meski ada angin segar dari peningkatan permintaan domestik baru-baru ini, Qantas diperkirakan masih harus mengalami masa suram dengan potensi penurunan pendapatan hingga US$7,4 miliar pada tahun depan.

Maskapai ini kemungkinan baru bisa mengudara secara internasional pada akhir tahun depan, di luar adanya potensi kerja sama travel bubble dengan Selandia Baru.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

qantas maskapai penerbangan Covid-19

Sumber : BBC.com

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top