Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kendalikan Banjir di Klungkung Bali, Ini Upaya Kementerian PUPR

Penataan kawasan Tukad Unda merupakan bagian terintegrasi dari rencana Pembangunan Kawasan Strategis Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 30 November 2020  |  18:39 WIB
Foto udara banjir yang merendam ribuan rumah di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat 19.018 Kepala Keluarga (KK) atau 65.703 jiwa terdampak banjir yang menerjang Kabupaten Bandung, menyusul curah hujan yang tinggi sejak Senin (30/3). Banjir di kawasan Bandung Selatan tersebut juga telah merendam 11.932 rumah unit rumah warga. Bisnis - Rachman
Foto udara banjir yang merendam ribuan rumah di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat 19.018 Kepala Keluarga (KK) atau 65.703 jiwa terdampak banjir yang menerjang Kabupaten Bandung, menyusul curah hujan yang tinggi sejak Senin (30/3). Banjir di kawasan Bandung Selatan tersebut juga telah merendam 11.932 rumah unit rumah warga. Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Bali - Penida memulai pekerjaan pembangunan prasarana pengendali banjir bagian hilir Tukad Unda, di Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung, Bali.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program penataan dan normalisasi sungai tersebut akan memberi manfaat dalam mengurangi risiko bencana banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Unda. Kawasan ini sendiri merupakan salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali.

DAS Tukad Unda melintasi sejumlah Kabupaten yaitu Kabupaten Klungkung dan Karangasem yang terdiri dari Tukad Telagawaja, Tukad Yeh Sah, Tukad Kaon, Tukad Petandakan, Tukad Panti dan Tukad Sabuh. Kawasan ini memiliki luas DAS sebesar 230,92 km2 dan panjang sungai utama 22,56 km.

“Saya mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan,” kata Menteri Basuki dalam siaran persnya Senin (30/11/2020).

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan penataan kawasan Tukad Unda merupakan bagian terintegrasi dari rencana Pembangunan Kawasan Strategis Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung. Kawasan Strategis Provinsi ini akan menjadi Kawasan Pengembangan Terpadu Daerah untuk memastikan tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat Bali.

“Program ini tidak serta merta ada dan hanya dilaksanakan di Kabupaten Klungkung. Berpegang pada 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menuju Bali Era Baru' yang maknanya adalah menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali sejahtera, bahagia, sekala dan niskala,” kata I Wayan Koster dalam sambutannya pada Ground Breaking Pekerjaan Pengendalian Banjir Tukad Unda, Bali, Senin (30/11/2020).

Adapun pekerjaan dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya-PT. Bina Nusa Lestari (KSO) dengan kontrak senilai Rp234 miliar dengan Konsultan Supervisi PT. Catur Bina Guna Persada KSO, PT. Multimera Harapan, dan PT. Laras Sembada dengan nilai kontrak Rp6,5 miliar.

Pembangunan dimulai pada 28 Agustus 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2022 melalui sistem kontrak tahun jamak. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daerah aliran sungai Kementerian PUPR
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top