Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Patimban Jadi Pelabuhan Eksim Otomotif, Insentif Disiapkan

Sejumlah insentif tersebut diharapkan bisa mendukung peran pelabuhan Patimban sebagai salah satu eksportir kendaraan bermotor dan sentra ekonomi baru.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 November 2020  |  18:57 WIB
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan memfasilitasi aktivitas Pelabuhan Patimban di sektor otomotif sebagai pelabuhan modern yang terhubung secara sistematis dengan pusat produksi lewat sejumlah insentif.

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan insentif tersebut untuk mendukung pelabuhan Patimban supaya lebih kuat sebagai salah satu eksportir kendaraan bermotor dan sentra ekonomi baru.

“Kalau salah satu fokusnya pemasukan pengeluaran kendaraan bermotor. Kami kepabeanan siap memberikan insentif fiskal dan kemudahan prosedural. Supaya lebih kuat sebagai eksportir kendaraan bermotor itu bisa jalan. Kami mendukung tidak hanya sebagai tempat keluar masuk tetapi juga sentra ekonomi baru selain yang sudah ada sekarang,” ujarnya, Jumat (27/11/2020).

Selain itu, sejumlah perhatian dari Kementerian Keuangan untuk ditindaklanjuti Bea Cukai dalam memberikan layanan di pelabuhan di Patimban Jawa Barat juga termasuk dalam program National Logistic Ecosystem (NLE). Salah satu pilarnya adalah penataan tata ruang di pelabuhan utama depo container sejalan dengan pusat konsolidasi.

“Ini bagian dengan Dirjen Hubla dan Hubdar sehingga antara kementerian terkait programnya kolaboratif tidak masing-masing. Kami pastikan programnya I kolaboratif dengan Kemenhub. Ini sudah jalan di lapangan. Selain tata ruang, kami juga laporkan sekilas bahwa platform sudah mulai terhubung. Single submission pengangkutan sudah mulai tersambung secara elektronik dan satu pintu. Untuk trucking sudah terhubung online,”imbuhnya.

Keberadaan Patimban bisa didukung dengan gudang besar yang disebut Pusat Logistik Berikat. Tujuan utamanya adalah bisa menarik sebagian barang yang ditimbun di Singapura ke pusat logistik tersebut. Dirjen Bea Cukai pun sudah mengantisipasi dengan adanya wilayah segitiga yakni Patimban Cirebon Kertajati yang akan menumbuhkan pusat berikat.

Salah satunya dia menawarkan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) distribusi yang mirip PLB tetapi hanya transit point di stop and go saja.

Pihaknya sudah mulai menerapkannya di pelabuhan udara Bali Ngurah Rai sehingga diharapkan fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan oleh pelabuhan laut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

insentif pajak pelabuhan patimban Ekosistem Logistik Nasional
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top