Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Infrastruktur Indonesia Kerap Buta Akses dan Aset

Pemrakarsa kawasan industri seringkali melupakan peran interkoneksi infrastruktur sehingga tak mampu menarik minat investor secara signifikan
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 25 November 2020  |  21:17 WIB
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha kawasan industri menyayangkan pengembangan infrastruktur yang kerap tidak memiliki dasar interkoneksi dengan akses dan aset sekitar guna menunjang kemudahan arus logistik hasil produksi.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan hal utama untuk menarik investor masuk ke sebuah kawasan industri adalah kompetensi inti industri daerah. Tetapi, yang tidak kalah penting adalah integrasi berbagai infrastruktur di dalam daerah tersebut.

"Ini sering sekali pemrakarsa pembangunan infrastruktur berlomba membangun tetapi tidak memikirkan interkoneksinya, jadinya sayang sekali," katanya, Rabu (25/11/2020).

Sanny mencontohkan seperti akhir tahun ini seharusnya Pelabuhan Patimban fase satu bisa diresmikan dengan fasilitas jalan tol yang sudah terhubung dari Cipali menuju Patimban. Untuk itu, ia terus mendorong agar pembangunan jalan tol segera dimulai walaupun butuh waktu sekitar dua tahun selesai.

Sanny mengemukakan tak hanya Patimban, sebelumnya juga ada Bandara Kertajati yang diresmikan tanpa integrasi dengan jalan tol yang memudahkan menuju ke sana.

Di luar Jawa pun demikian, seperti di Sumatera Utara yang memiliki Bandara Kuala Namu tetapi tidak terhubung dengan fasilitas lain seperti Pelabuhan Kuala Tanjung.

Sementara itu, sejumlah best practice lain yang diperlukan dalam pengembangan kawasan industri agar menarik investor antara lain lokasi kawasan ekonomi ada di dalam RTRW sesuai peruntukannya, perizinan lokasi, pembebasan lahan, sertifikasi tanah, pembentukan entitas untuk pengembangan dan manajemen kawasan ekonomi, dan kemampuan manajemen kawasan industri.

"Lalu pengelolaan dan pengendalian lingkungan, pengembangan SDM melalui sekolah kejuruan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja, serta pemberdayaan dan harmonisasi hubungan dengan masyarakat," ujarnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur kawasan industri
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top