Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Faisal Basri Proyeksi Ekonomi RI Kuartal Pertama 2021 Masih Negatif

Kontraksi ekonomi Indonesia ini akan berlangsung lebih lama jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 26 November 2020  |  13:21 WIB
Pakar Ekonomi Faisal Basri memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia, di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (10/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pakar Ekonomi Faisal Basri memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia, di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (10/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom Senior Institute for Development of Economics (Indef) Faisal Basri memproyeksikan kontraksi ekonomi Indonesia masih akan berlanjut hingga kuartal I/2021.

Bahkan, menurutnya, kontraksi ekonomi Indonesia ini akan berlangsung lebih lama jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

"Jika dilihat akibat pandemi ini, kita baru akan positif di triwulan II tahun depan, triwulan I tahun depan masih minus," katanya, Kamis (26/11/2020).

Hal ini dikarenakan pengendalian pandemi Covid-19 yang belum dilakukan secara optimal oleh pemerintah hingga saat ini dan di sisi lain, ketersediaan vaksin masih belum dapat dipastikan, sehingga ketidakpastian pada 2021 diperkirakan masih akan tinggi.

Di samping itu, Faisal mengatakan pandemi Covid-19 di Indonesia juga masih belum mencapai puncak. Dia memperkirakan virus corona akan mencapai puncaknya pada Januari 2020.

Adapun secara keseluruhan, Indef memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2021 hanya akan mencapai level pertumbuhan sebesar 3 persen, lebih rendah dari proyeksi pemerintah sebesar 5 persen.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad faktor utama yang akan menentukan proses pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan adalah pandemi Covid-19.

Tingginya ketidakpastian ini masih akan menahan konsumsi masyarakat kelas menengah ke atas sehingga konsumsi secara keseluruhan masih akan tertekan pada 2021.

"Ini faktor utamanya karena Covid-19, ini tetap menahan belanja kelas menengah sehingga masih menghantui kelas menengah melakukan konsumsi, konsumsi ini kan sekitar 56-57 persen sumbangannya ke domestik kita," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi faisal basri
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top