Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbankan Eropa Menanti Lampu Hijau Pembagian Dividen

Sebelumnya, pihak regulator meminta bank untuk menahan pembagian dividen kepada para pemegang saham pada Maret 2020 sebagai tambahan kebijakan relaksasi.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 26 November 2020  |  16:02 WIB
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA - Perbankan di kawasan Eropa berharap regulator mengizinkan kembali pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BOE) saat ini sedang mengkaji terkait keputusan kebijakan tersebut dan diperkirakan hasilnya keluar beberapa minggu mendatang. Beberapa pertimbangan yang diperhatikan adalah seberapa kuat perbankan menghadapi goncangan dampak pandemi ke depan tanpa keringanan pajak lebih lanjut.

Pihak regulator meminta bank untuk menahan pembagian dividen kepada para pemegang saham pada Maret 2020 sebagai tambahan kebijakan relaksasi.

Kebijakan untuk menahan pembagian dividen tersebut memicu frustasi bank-bank besar karena harga saham mereka terkoreksi.

"Yang penting saat ini adalah bagaimana membuat sistem bank menarik bagi para investor," kata Lorenzo Bini Smaghi, Ketua Societe Generale SA dan mantan pejabat eksekutif Bank Sentral Eropa seperti dilansir Bloomberg, Kamis (26/11/2020).

Bank Sentral Eropa sendiri menyatakan kebijakan untuk menahan dividen kepada pemegang saham membuat dana senilai US$36 miliar tetap berada di sistem perbankan, alih-alih mengalir kepada para investor.

Adapun, terdapat beberapa opsi yang kemungkinan diambil oleh Bank Sentral Eropa dan Bank of England pada Desember nanti. Opsi yang ada antara lain memperpanjang penahanan pembayaran dividen, mencabut ketentuan tersebut, membatasi pembayaran dividen, menunggu hasil stress test, atau kedua bank sentral mengambil langkah yang berbeda.

Pilihan pertama, untuk memperpanjang kebijakan pembayaran dividen, tentunya akan mengecewakan para investor.

Sementara, pilihan untuk mencabut larangan pembagian dividen kemungkinan bisa diambil jika perbankan memiliki kecukupan modal.

Adapun, opsi membatasi pembayaran dividen, dinilai akan menjaga aliran modal di sistem perbankan dan pada saat yang sama mengurangi tekanan.

"Namun, perlu diperhatikan, membatasi penmabgian dividen juga bisa menjadi tidak adil bagi bank-bank yang memiliki tingkat kecukupan modal yang tinggi," kata Romain Boscher, Global Chief Investment Officer di Fidelity International.

Pihak regulator juga bisa saja memberikan izin bank-bank memberikan dividen pada tahun depan, tergantung hasil stress test yang akan dimulai pada Januari 2021 dan berakhir pada Juli 2021. Kemungkinan terakhir, BOE dan ECB bisa mengambil kebijakan yang berbeda


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa perbankan bank sentral eropa dividen

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top