Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PM Australia Berupaya Pecahkan Masalah Batu Bara dengan China

Batu bara Australia senilai lebih dari US$500 juta dan sekitar 1.000 awak kapal terjebak setelah China memasukkan sejumlah besar komoditas dan bahan makanan Australia ke dalam daftar hitam.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 26 November 2020  |  11:02 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison. - Reuters/David Gray
Perdana Menteri Australia Scott Morrison. - Reuters/David Gray

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Scott Morrison telah menunjuk orang-orang terbaiknya untuk mengatasi masalah 50 kapal batu bara Australia yang terdampar di pelabuhan China karena ketegangan antara dua negara.

Batu bara Australia senilai lebih dari US$500 juta dan sekitar 1.000 awak kapal terjebak setelah China memasukkan sejumlah besar komoditas dan bahan makanan Australia ke dalam daftar hitam.

"Kami akan mengerjakan prosesnya bersama pemerintah China untuk mendapatkan hasil terbaik yang kami bisa," kata Morrison sebuah wawancara dilansir Bloomberg, Kamis (26/11/20200.

Dia mengatakan bahwa jelas ada ketegangan dalam hubungan tersebut, tetapi tidak akan diselesaikan dengan menganggu kedaulatan Australia.

Kamis pekan lalu, Morisson menyatakan niatnya untuk bermitra positif dengan China. Namun dia juga menggarisbawahi persimpangan antara hubungan dengan China dan Amerika Serikat yang menjadikan posisinya tidak mudah.

"Kami juga memiliki aliansi yang luar biasa dengan AS dan persahabatan dengan mereka sebagai negara yang berpikiran sama dengan pandangan yang sama dengan nilai-nilai demokrasi liberal, dan kemudian kami memiliki kepentingan nasional inti kami juga. Kami ingin melihat semua itu dikelola bersama," katanya.

Namun demikian, memperbaiki hubungan tersebut tidaklah mudah sebab pemerintah Australia tidak memiliki kontak langsung dengan mitranya di Beijing setidaknya sejak April saat negara itu menyerukan penyelidikan independen pada asal-usul virus corona.

Selain batu bara, Beijing juga telah memberlakukan tarif yang melumpuhkan ekspor barley Australia, menghentikan impor daging sapi dari beberapa pabrik besar, memperingatkan warganya agar tidak berlibur atau belajar di Australia dan memerintahkan pedagang untuk berhenti membeli setidaknya tujuh komoditas termasuk tembaga dan anggur.

Sementara itu, China kemarin mengatakan pengiriman batu bara ditunda karena pengetatan pemeriksaan dan pengujian impor.

"Akar penyebab dari memburuknya hubungan bilateral adalah tindakan dan pernyataan salah Australia yang berulang kali mengenai masalah-masalah yang menyangkut kepentingan inti dan kekhawatiran utama China serta tindakan provokatif dan konfrontatifnya. Mereka yang menyebabkan masalah harus menjadi orang yang memecahkan masalah," kata kedutaan besar China di Canberra dalam sebuah pernyataan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china batu bara australia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top