Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PTPN XI Fasilitasi Pinjaman Kemitraan Petani Tebu Rp26,4 Miliar

PTPN XI menggandeng PT Jasa Marga (Persero) dan PT Askrindo untuk mendanai pertanian tebu bagi petani di Jawa Timur melalui program Dana Kemitraan, menyusul dihapusnya program kredit ketahanan pangan dan energi atau KKPE sejak beberapa tahun lalu.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 20 November 2020  |  08:31 WIB
Petani Tebu. Survei kelayakan telah dilakukan terhadap petani mitra pabrik gula di wilayah Madiun, Magetan, dan Ngawi selama 2 hari, yakni pada Rabu-Kamis (18-19/11/2020).  - PTPN XI
Petani Tebu. Survei kelayakan telah dilakukan terhadap petani mitra pabrik gula di wilayah Madiun, Magetan, dan Ngawi selama 2 hari, yakni pada Rabu-Kamis (18-19/11/2020). - PTPN XI

Bisnis.com, JAKARTA - PTPN XI menggandeng PT Jasa Marga (Persero) dan PT Askrindo untuk mendanai pertanian tebu bagi petani di Jawa Timur melalui program Dana Kemitraan, menyusul dihapusnya program kredit ketahanan pangan dan energi atau KKPE sejak beberapa tahun lalu.

R. Tulus Panduwidjaja, Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, mengatakan bahwa dalam sinergi dengan Jasa Marga akan disalurkan pembiayaan senilai Rp15 miliar untuk petani mitra di Pabrik Gula Pagottan, sedangkan dengan Askrindo akan disalurkan sebesar Rp11,4 miliar untuk petani mitra Pabrik Gula Redjosarie dan Pabrik Gula Poerwodadie.

"Kami mencoba menjembatani kebutuhan mitra petani tebu dalam hal pendanaan usaha dengan program PKBL, dan di antaranya merupakan sinergi BUMN," kata Panduwidjaja seperti dikutip dalam keterangan pers PTPN XI, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya, survei kelayakan telah dilakukan terhadap petani mitra pabrik gula di wilayah Madiun, Magetan dan Ngawi selama 2 hari, yakni pada Rabu-Kamis (18-19/11/2020).

Sinergi dengan Jasa Marga akan mencakup 105 petani Pabrik Gula Pagottan total pendanaan Rp15 miliar untuk masa tanam 2020/2021. Pada masa tanam 2019/2020, program sinergi dengan Jasa Marga telah disalurkan sebesar Rp10 miliar untuk petani tebu di Pabrik Gula Pagottan, Pabrik Gula Redjosarie, dan Pabrik Gula Soedhono dan telah kembali dengan status pinjaman lancar.

Adapun Askrindo direncanakan akan mencairkan modal untuk masa tanam 2020/2021 sebesar Rp11,4 miliar kepada 85 petani mitra di PG Redjosarie dan Poerwodadie. "Semoga ini memberikan manfaat bukan saja terhadap petani tebu mitra tetapi juga memiliki efek positif terhadap ketahanan pangan gula," kata Mochammad Sholeh Kusuma, Sekretaris Perusahaan PTPN XI.

Secara keseluruhan, program sinergi BUMN telah menyalurkan dana kemitraan bagi petani tebu rakyat untuk masa tanam 2019/2020 senilai Rp55,5 miliar. Dana tersebut berasal dari PT Pertamina (Persero), Perum Peruri, PT Biofarma (Persero) TBK dan PT Askrindo (Persero) dan PT Jasa Marga (Persero).

Direncanakan, bantuan pinjaman usaha yang akan disalurkan kepada petani mitra masa tanam 2020/2021 sebesar total Rp38,9 miliar.

Kredit Dana Kemitraan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan pinjaman yang terbilang sangat murah dibandingkan dengan tingkat bunga perbankan pada umumnya. Selain itu, persyaratnya juga relatif longgar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemitraan petani tebu
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top