Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Usaha Pariwisata Teriak Saat Pandemi, Anies Diminta Setop PSBB

Pencabutan status PSBB tersebut juga diharapkan dapat diikuti dengan tidak adanya pembatasan pengunjung dan jam operasional tempat usaha.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 16 November 2020  |  17:23 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menjawab pertanyaan wartawan, di Jakarta, Kamis (11/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menjawab pertanyaan wartawan, di Jakarta, Kamis (11/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Visit Wonderful Indonesia (VIWI), himpunan 18 asosiasi industri pariwisata nasional, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mencabut status PSBB di DKI Jakarta.

Pencabutan status PSBB tersbeut juga diharapkan dapat diikuti dengan tidak adanya pembatasan pengunjung dan jam operasional tempat usaha.

Permintaan tersebut terkait dengan beragam kegiatan pengumpulan massa terlihat massif dan tidak ada sanksi tegas atas perilaku masyarakat di tengah terus tingginya peningkatan kasus Covid-19 serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Terkait dengan situasi itu, VIWI Board juga meminta Gubernur Jakarta Anies Baswedan tidak lagi memberlakukan PSBB. Ke depannya ini lebih sebagai PR kita bersama untuk [menjaga kondisi]," ujar Ketua VIWI Board Hariyadi Sukamdani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/11/2020).

Dia menambahkan, sektor usaha selama ini telah taat, patuh, dan siap dengan protokol kesehatan new normal. Semestinya sebagai sektor yang memberikan kontribusi kepada pemerintah melalui pajak dapat diberikan pelonggaran untuk berusaha.

Selain itu, sektor usaha dikatakan sangat terpukul oleh PSBB total dan transisi karena terjadinya pembatasan aktivitas mengakibatkan penurunan minat dan daya beli masyarakat yang diyakini berujung kepada penurunan pendapatan sektor industri dan pajak daerah.

Sektor usaha, lanjutnya, selama PSBB harus bertahan dengan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, menanggung overhead usaha, menanggung biaya protokol kesehatan, serta merestrukturisasi keuangan.

"Kami dari sektor usaha telah siap dengan protokol kesehatan sesuai dengan aturan kesehatan dan industri," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top