Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Samala, Perusahaan Rintisan Sandi Ingin Buka 100.000 Lapangan Kerja

PT Samala Serasi Unggul (Rumah Siap Kerja) berambisi membuka 100.000 lapangan kerja baru selama 12 bulan ke depan. Strateginya adalah bergabung dalam program Kartu Prakerja.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 14 November 2020  |  22:24 WIB
Warga membuka laman www.prakerja.go.id saat mengikuti pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4, di Serang, Banten, Sabtu (8/8/2020). Pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 4 untuk menekan angka pengangguran dengan kuota untuk 800 ribu orang.  - ANTARA
Warga membuka laman www.prakerja.go.id saat mengikuti pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4, di Serang, Banten, Sabtu (8/8/2020). Pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 4 untuk menekan angka pengangguran dengan kuota untuk 800 ribu orang. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - PT Samala Serasi Unggul (Rumah Siap Kerja) berambisi membuka 100.000 lapangan kerja baru selama 12 bulan ke depan. Strateginya adalah bergabung dalam program Kartu Prakerja.

Pendiri Rumah Siap Kerja Sandiaga S. Uno mengatakan pengangguran hingga akhir tahun akan bertambah dari data terakhir sekitar 9,7 juta orang, meski ada perbaikan kondisi ekonomi pada kuartal IV/2020.

"Kami ingin [ada] 100.000 lapangan kerja [baru dalam 12 bulan ke depan] yang bisa difasilitasi [pembentukannya] oleh Rumah Siap Kerja dalam kolaborasinya dengan program Kartu Prakerja ini," katanya dalam Launching Kelas Kewirausahaan Sandiaga Uno, Sabtu (14/11/2020).

Sandiaga menyatakan target pembentukan Rumah Siap Kerja pada 1 tahun ke depan adalah sekitar 80.000-90.000 wirausaha baru. Sementara itu, sekitar 10.000-20.000 adalah peserta Rumah Siap Kerja yang melakukan upskillin dan reskilling untuk diserap oleh dunia usaha.

Menurutnya, target tersebut sejalan dengan data serapan tenaga kerja di dalam negeri. Mengutip data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Sandi berujar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyerap sekitar 80-90 persen total tenaga kerja di dalam negeri, sedangkan selebihnya diserap oleh sektor manufaktur maupun perusahaan besar.

Direktur Eksekutif Rumah Siap Kerja Roestiandi Tsamanov mengatakan pihaknya menargetkan agar ada 100.000 penerima Kartu Pra-Kerja yang mengikuti pelatihan Rumah Siap Kerja. Adapun, tingginya animo penerima Kartu Pra-Kerja membuat Rumah Siap Kerja menerbitkan kelas Master Class Kewirausahaan bersama Sandiaga S. Uno.

Tsamanov berharap agar kelas kewirausahaan tersebut dapat membantu percepatan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2021. "Wirausaha minimal buka 1-2 lapangan kerja," katanya.

Selain itu, Tsamanov menyatakan pihaknya juga akan melatih penerima Kartu Prakerja yang ingin alih profesi maupun menjadi pekerja. Tsamanove menyampaikan pihaknya akan menekankan pada kehalian dasar dan keahlian lunak pada peserta kelas tersebut.

"Dari beberapa perusahaan yang selama ini kami engage, kami mendapatkan masukan bahwa yang utama dibandingkan upskilling adalah sikap dalam bekerja," ucapnya.

Tsamanov mengatakan ada lima kelas lain selain kewirausahaan, yakni hidroponik, bahasa Jerman, membangun tim, dan cara kreatif membangun usaha.

Direktur Eksekutif Manajemen Program Kartu Prakerja Denni Purbasari mengatakan hingga saat ini penerima Karu Prakerja didominasi oleh umur 18-35 tahun atau sekitar 61 persen. Adapun, 90 persen dari umur tersebut belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikasi.

Secara total, saat ini ada 1.663 kelas pelatihan yang disediakan oleh 150 lembaga pelatihan yang dapat ditemukan di 7 platform digital. Denni berujar pihaknya menyabut baik bergabungnya Rumah Siap Kerja dalam ekosistem Kartu Prakerja.

"Kami mengharapkan Rumah Siap Kerja menyediakan leih banyak pelatihan di ekosistm Kartu Prakerja," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sandiaga uno kartu prakerja
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top