Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hujan Promo Maskapai Beri Stimulus bagi Perhotelan

Pergerakan pesawat antarpulau merupakan pemicu utama bagi peningkatan jumlah wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 11 November 2020  |  20:35 WIB
Ilustrasi lobi hotel - Antara
Ilustrasi lobi hotel - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemotongan harga yang dilakukan oleh sejumlah maskapai penerbangan diprediksi meningkatkan okupansi hotel sekitar 10 persen sampai dengan akhir tahun.

Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, langkah maskapai penerbangan tersebut bakal seiring dengan upaya pemerintah memaksimalkan penyerapan anggaran hingga akhir tahun.

"Kenaikan itu akan ada. Terutama, karena pemerintah sedang mendorong penyerapan anggaran. Dengan demikian, bisnis tourism bakal bergerak dan meningkatkan okupansi hotel," ujar Maulana kepada Bisnis.com, Rabu (11/11/2020).

Kendati demikian, pemotongan harga seperti halnya yang dilakukan oleh Sriwijaya Air dan AirAsia diharapkan dapat gencar dilakukan untuk penerbangan-penerbangan antarpulau.

Pasalnya, kata Maulana, pergerakan pesawat antarpulau merupakan pemicu utama bagi peningkatan jumlah wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Upaya tersebut, lanjutnya, diyakini mampu membantu peningkatan kunjungan wisatawan hingga akhir tahun.

Selain itu, kebijakan pemerintah juga menjadi faktor penentu dalam bagi sektor pariwisata. Dengan kata lain, pelaku usaha pariwisata berharap pemerintah tidak kembali melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Dengan demikian, paling tidak perhotelan tidak tertatih-tatih lagi dan daya tahannya bertambah," ujar Maulana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata okupansi hotel
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top