Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mendag Sebut RCEP Tak Akan Sebabkan Banjir Impor

RCEP diyakini bakal berdampak positif bagi perekonomian nasional karena menjadi terobosan bagi kawasan Asia Tenggara beserta 5 mitra utamanya.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 November 2020  |  19:00 WIB
Mendag Sebut RCEP Tak Akan Sebabkan Banjir Impor
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meyakini kesepakatan negara-negara Asean untuk ikut serta dalam nota kesepahaman mengenai kebijakan nontarif Asean serta kehadiran Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) tidak akan menimbulkan banjir produk impor di dalam negeri.

Penandatanganan nota kesepahaman tentang kebijakan nontarif yang dilakukan oleh negara-negara Asean sendiri bakal mencakup kemudahan pergerakan 152 pos tarif komoditas esensial di antara negara Asean.

Perjanjian ini tak bersifat mengikat secara hukum dan hanya berlaku sementara untuk dua tahun ke depan. Sebaliknya untuk RCEP, Agus mengatakan bakal ada 15 negara yang akan turut serta menandatangani kerja sama komprehensif tersebut.

“Untuk MoU NTM [nontariff measure] ini akan mencakup 152 pos tarif essential goods. Sebenarnya positif bagi Indonesia karena negara-negara Asean berkomitmen untuk menjamin pergerakan komoditas yang diatur. Di luar itu [RCEP] juga tidak akan menyebabkan banjir impor karena negara Asean sepakat untuk menciptakan trade balance,” kata Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Menurutnya, RCEP bakal berdampak positif bagi perekonomian nasional karena menjadi terobosan bagi kawasan Asia Tenggara beserta 5 mitra utamanya.

Meski demikian, dia memperkirakan implementasi dari RCEP bakal memerlukan waktu setidaknya 2 tahun sampai diratifikasi oleh seluruh negara peserta. 

“Ini positif bagi Indonesia karena membuka akses pasar dan bisa meningkatkan daya saing sehingga bisa memacu ekspor,” kata Agus.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa RCEP bisa memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi nasional usai pandemi.

Airlangga mencatat nilai ekonomi negara Asean mewakili 29 persen PDB dunia, lebih besar dibandingkan Trans Pacific Partnership yang menyumbang 13 persen produk domestik bruto dunia. 

“Kita harap dari keikutsertaan Jepang, China, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru bisa membantu akses pasar dan mengungkit recovery perekonomian di kawasan ini,” kata Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan internasional asean rcep
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top