Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun ini Serapan Karet Alam Diproyeksi Hanya 550.000 Ton

Pada tahun lalu tiga industri utama penyerap karet alam pada tahun lalu adalah ban (260.160 ton), alas kaki (103.400 ton), dan vulkanisir ban (97.700 ton).
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 05 November 2020  |  20:35 WIB
Seorang pekerja menyortir lump karet (pembekuan getah karet secara alami) hasil dari Perkebunan Ngobo Afdeling Klepu PT Perkebunan Nusantara IX di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/9/2020). ANTARA FOTO - Aji Styawan
Seorang pekerja menyortir lump karet (pembekuan getah karet secara alami) hasil dari Perkebunan Ngobo Afdeling Klepu PT Perkebunan Nusantara IX di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/9/2020). ANTARA FOTO - Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Karet Indonesia memproyeksi serapan karet tahun ini hanya akan berkisar 550.000 ton atau turun sekitar 22 persen dibandingkan dengan serapan tahun lalu sebesar 711.360 ton.

Selaras dengan proyeksi tersebut, Badan Pusat Statistika mencatat hingga kuartal III/2020 kinerja industri karet dan barang dari karet plastik masih kontraksi 9,61 persen.

Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Azis Pane mengatakan bahwa saat ini untuk permintaan industri sepatu terpantau turun tetapi industri sarung tangan meningkat. Sayangnya, produksi sarung tangan masih menggunakan bahan lateks yang harus diimpor.

"Jadi, sebenarnya kami ingin sepatu yang naik, tetapi apa boleh buat mungkin karena orang di rumah saja jadi permintaan sepatu tidak banyak," katanya kepada Bisnis, Kamis (5/11/2020).

Azis mengemukakan bahwa pada tahun lalu tiga industri utama penyerap karet alam pada tahun lalu adalah industri ban (260.160 ton), alas kaki (103.400 ton), dan vulkanisir ban (97.700 ton).

Saat ini industri ban sudah membaik usai dihantam kekosongan permintaan domestik selama 6 bulan. Namun, Azis memproyeksi serapan karet alam oleh industri ban pada 2020 hanya akan mencapai 156.096 ton.

Meski demikian, ada tren kenaikan penggunaan ban vulkanisir akan membuat volume produksi industri ban vulkanisir naik 20 persen hingga akhir tahun.

Realisasi serapan karet alam oleh industri ban vulkanisir mencapai 97.700 ton pada 2019 atau tumbuh 4,88 persen dari realisasi tahun sebelumnya. Adapun, konsumsi tersebut lebih besar dari gabungan konsumsi industri sarung tangan karet dan ban roda dua pada tahun yang sama.

Sementara itu, jumlah produksi ban vulkanisir pada 2019 naik  tipis 0,99 persen menjadi 20,9 juta unit. Utilisasi industri ban vulkanisir konsisten berada di level 80 persen walau jumlah produksi tetap tumbuh lantaran kapasitas terpasang industri terus tumbuh sekitar 2,94 per tahun selama 2014—2019.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet industri ban
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top