Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerimaan Remitansi Bisa Naik 3-5 Persen, Asalkan Ada Ini

Bank Indonesia (BI) melaporkan penurunan remitansi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selama dua kuartal berturut-turut yang dinilai terjadi karena belum pastinya nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang harus kehilangan pendapatan akibat pandemi Covid-19.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 04 November 2020  |  20:58 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) antre untuk mendaftar repatriasi di Bandar Udara Internasional Colombo, Sri Lanka, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. ANTARA
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) antre untuk mendaftar repatriasi di Bandar Udara Internasional Colombo, Sri Lanka, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Penerimaan remitansi dalam negeri diprediksi mengalami peningkatan pada sisa kuartal 2020 seiring dengan tren positif pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI).

Namun, hal tersebut masih bergantung kepada sejumlah faktor lainnya.

Sejumlah faktor tersebut, antara lain akses pengiriman yang luas serta pelonggaran lockdown di negara tujuan yang memungkinkan mobilitas masyarakat menjadi lebih longgar.

Menurut ekonom Bank Permata Josua Pardede, dengan hadirnya faktor-faktor tersebut pengiriman remitansi sampai dengan kuartal IV/2020 diproyeksi naik 3-5 persen.

"Peningkatan angka remitansi sangat dipengaruhi oleh jumlah tenaga kerja yang diberangkatkan, akses pengiriman, dan pelonggaran mobilitas di negara tempat PMI bekerja. Saya pikir, dengan catatan-catatan tersbut pengiriman remitansi sampai dengan kuartal IV/2020 maksimal bisa naik dengan kisaran 3-5 persen," kata Josua kepada Bisnis, Rabu (4/11/2020). 

Adapun, peningkatan jumlah PMI yang dikirimkan ke luar negeri secara konsisten tetap menjadi kunci. Pasalnya, hal tersebut juga akan diikuti dengan tren positif pengiriman remitansi yang tercatat anjlok pada dua kuartal pertama 2020.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) melaporkan penurunan remitansi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selama dua kuartal berturut-turut yang dinilai terjadi karena belum pastinya nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang harus kehilangan pendapatan akibat pandemi Covid-19.

Menurut data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia Bank Indonesia (BI), remitansi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada kuartal II/2020 senilai US$2,2 miliar, turun dari kuartal sebelumnya, yakni US$2,6 miliar.

Remitansi TKI pada kuartal pertama dan kedua tahun ini juga lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

BI mencatat remitansi pada kuartal I 2019 senilai US$2,78 miliar, dan naik menjadi US$2,9 miliar pada kuartal berikutnya.

Berdasarkan laporan terakhir Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), pekerja migran dari Tanah Air yang ditempatkan di luar negeri meningkat pada September 2020 dengan jumlah 5.186 orang, naik dari bulan sebelumnya yang berjumlah 4.201 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

remitansi pekerja migran
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top