Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasok Kebutuhan Pangan, PPI Serap Hasil Produksi Domestik

Sepanjang tahun ini, PPI terlibat dalam berbagai program pemerintah terkait perekonomian dan sosial masyarakat, termasuk penanganan pandemi Covid-19.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  20:35 WIB
Di tengah pandemi yang berkepanjangan, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) kembali mengekspor arang batok kelapa (coconut charcoal). Sebanyak 100 ton dari total 1000 ton arang batok kelapa akan diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Colombo, Sri Lanka, pada 3 September 2020.  - PPI
Di tengah pandemi yang berkepanjangan, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) kembali mengekspor arang batok kelapa (coconut charcoal). Sebanyak 100 ton dari total 1000 ton arang batok kelapa akan diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Colombo, Sri Lanka, pada 3 September 2020. - PPI

Bisnis.com, Jakarta — PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI menyerap sejumlah lini hasil produksi domestik mulai dari produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga petani dan peternak untuk kemudian disalurkan untuk memenuhi pasokan pangan.

Direktur Utama PPI Fasika Khaerul Zaman menuturkan sepanjang tahun ini perseroan terlibat dalam berbagai program pemerintah terkait perekonomian dan sosial masyarakat, termasuk penanganan pandemi Covid-19.

Salah satunya, PPI bekerja sama dengan Dinas Sosial dalam memenuhi pasokan produk BPNT. Perseroan mengambil sumber pasokan pangan dari UMKM terpilih di seluruh cabang PPI seperti Banjarmasin, Pangkalpinang, Surakarta, Yogyakarta, dan Semarang. Program BPNT ini pun sudah diterapkan melalui aplikasi e-Warong.

“Dalam hal ini PPI termasuk dalam kriteria pemasok yang dapat diandalkan untuk menyediakan produk bahan pangan yang secara konsisten berkualitas dengan harga yang kompetitif kepada E-Warong,” tutur Fasika dalam keterangan resminya, seperti dikutip Bisnis, Kamis (29/10/2020)

Kemudian, dalam rangka menjaga ketahanan pangan, PPI mengambil benih padi dari penangkar-penangkar benih petani mandiri yang juga merupakan UMKM dan menyalurkannya ke outlet-outlet pertanian PPI.

Sebelumnya, perseroan juga menjalankan penugasan dari pemerintah untuk menyiapkan kebutuhan gula yang melonjak dan diiringi kenaikan harga menjelang Lebaran hingga Pasca Lebaran, sebagai antisipasi terjadinya kekurangan stok gula.

Lewat operasi pasar, perseroan memasarkan gula sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp12.500/kg, ketika saat itu harga gula diketahui berkisar Rp19.000/kg. Adapun, operasi Pasar dilakukan baik secara tatap muka dengan pembeli dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, maupun secara daring.

Fasika menuturkan, fungsi ekonomi kemasyarakatan lainnya yang dilakukan PPI membantu untuk menyerap hasil ternak ayam dari para peternak mandiri di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pasalnya, pandemi ini menyebabkan terjadinya dinamika perubahan terhadap permintaan di pasar.

“Pandemi mempengaruhi harga livebird di peternak, serapan pasar yang turun, namun harga pakan dan DOC relatif naik. Hal lain juga adalah masih terbatasnya infrastruktur penyimpanan atau cold storage dalam mengantisipasi kondisi yang terjadi, yang disisi lain tentunya akan menambah biaya penyimpanan,” jelas dia.

Ke depan, perseroan juga bakal menampung dan memasarkan hasil panen sawit dan tanaman sela jagung milik petani Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Trans Agro Lestari Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Riau.

"Kita terus amati perkembangan UMKM, dan mendukung produk yang dihasilkan dengan memberikan inovasi-inovasi agar meningkatkan nilai ekonomi produk tersebut, hasil produksinya kita ambil sebagai sumber suplai dalam negeri maupun untuk program utama kami dalam percepatan ekspor ke mancanegara," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pertanian pt perusahaan perdagangan indonesia (ppi)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top