Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengejutkan, Ombudsman: Kesehatan Petugas Bandara Diabaikan

Petugas bandara memerlukan perhatian untuk proses uji Covid-19. selama ini mereka hanya dilengkapi dengan APD sederhana yaitu masker, sarung tangan, dan sarana suci-hama tangan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 25 Oktober 2020  |  20:43 WIB
Petugas melakukan rutinitas pemeriksaan di selasar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat./Bisnis - Rachman
Petugas melakukan rutinitas pemeriksaan di selasar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat./Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Efektivitas pengawasan kesehatan pekerja bandara di Indonesia mulai diragukan karena tidak banyak yang menjalani uji Covid-19 secara berkala, bahkan ada yang harus menanggung biayanya secara mandiri.

Pemerhati penerbangan yang juga anggota Ombudsman RI Alvin Lie memperoleh informasi langsung dari pekerja bandara yang sehari-hari harus berhadapan melayani ratusan bahkan ribuan orang. Mereka antara lain mencakup petugas check-in, petugas boarding, aviation security (AvSec), customer service, dan petugas kebersihan.

Alvin menuturkan ternyata selama ini mereka hanya dilengkapi dengan APD sederhana yaitu masker, sarung tangan, dan sarana suci-hama tangan.

Dia juga sangat terkejut karena mereka hingga saat ini belum dilindungi dengan wajib uji Covid-19 baik rapid test maupun uji usap (polymerase chain reaction/PCR) oleh instansi atau perusahaan. Bahkan beberapa dari mereka melakukan uji Covid-19 secara mandiri atas biaya sendiri.

"Sungguh ironis sementara awak pesawat dan pengguna jasa transportasi udara wajib menyertakan hasil uji Covid-19 yang setiap kali akan terbang harus divalidasi, pekerja bandara justru sama sekali diabaikan," ujarnya pada Minggu (25/10/2020).

Selaku anggota Ombudsman RI Alvin juga sudah menyampaikan saran kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub agar pekerja bandara yang sehari-hari menghadapi ratusan hingga ribuan penumpang, sepatutnya juga dilindungi dengan wajib uji Covid-19 sedikitnya satu kali setiap 14 hari.

Tentunya juga biaya tersebut atas biaya instansi/perusahaan. Hal ini demi meningkatkan efektivitas pencegahan penularan Covid-19.

"Jadi, sejauh mana efektivitas pengawasan kesehatan pekerja bandara kita? Seberapa sering mereka menjalani uji Covid-19? Saya juga sangat meragukan pekerja di gerai dan kafe bandara diuji Covid-19," ungkapnya.

Kondisi ini juga memprihatinkan karena di Singapura telah melaporkan dua dari 14 kasus baru terjadi di Terminal 3 Bandara Changi.

Salah satunya adalah petugas keamanan di T3, yang pergi bekerja sebelum masuk rumah sakit, sedangkan yang lainnya adalah asisten skrining dan usap di Raffles Medical di T3, dan telah bekerja sebelum masuk rumah sakit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara Covid-19
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top