Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

September 2020, Realisasi Lifting Migas 97,9 Persen dari Target

Realisasi produksi siap jual atau lifting minyak dan gas bumi per September 2020 mencapai 97,9 persen dari target yang ditetapkan pemerintah tahun ini.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  19:40 WIB
Ilustrasi platform migas lepas pantai. - SKK Migas
Ilustrasi platform migas lepas pantai. - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi produksi siap jual atau lifting minyak dan gas bumi per September 2020 mencapai 97,9 persen dari target yang ditetapkan pemerintah tahun ini.

Berdasarkan paparan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), realisasi lifting migas per September 2020 sebesar 1,689 juta barel minyak ekuivalen per hari atau milion barrel oil of equivalent per day (MBOEPD) atau 97,9 persen dari target APBNP tahun ini 1,697 MBOEPD.

Adapun, dari total lifting tersebut, realisasi lifting minyak bumi sebesar 706,2 million barrels oil per day (MBOPD) atau 100,1 persen dari target APBNP tahun ini 705 MBOPD.

Sementara itu, realisasi lifting gas per September 2020 mencapai 5.502 juta kaki kubik (million standard cubic feet per day/MMSCFD) atau 95,8 persen dari target APBNP 2020 yakni 5.556 MMSCFD.

"Outlook kita sampai dengan akhir tahun dengan segala permasalahan yang dihadapi masih di 705 MBOPD dan gas 5.506 MMSCFD," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam paparannya kepada media, Jumat (23/10/2020).

Dia mengemukakan bahwa tekanan dari pandemi Covid-19 dan pelemahan harga minyak membuat perusahaan-perusahaan migas lebih efisien dalam mengucurkan investasinya tahun ini.

Dengan demikian, hal itu turut memberikan dampak terhadap kinerja operasional hulu migas dalam negeri. Namun, Dwi menuturkan bahwa realisasi pada kuartal III/2020 masih sesuai dengan target yang telah direvisi.

"Covid-19 dengan jelas berdampak akan memberikan dampak penundaan proyek, pengurangan investasi karena memang dengan harga jual yang turun maka cashflow investor terpengaruh sehingga mereka fokus wilayah kerja produksi, wilayah kerja eksplorasi paling besar terdampak," ungkapnya.

SKK Migas mencatat realisasi investasi per September 2020 mencapai US$6,9 miliar dari target tahun ini US$11,1 miliar yang lebih rendah dari target sebelumnya US$13,8 miliar dan realisasi tahun lalu US$11,8 miliar.

Dia menambahkan untuk penerimaan negara dari sektor migas tercatat US$6,99 miliar, melebihi target per September 2020 yang US$5,86 miliar, sedangkan outlook tahun ini penerimaan negara dipatok US$7,21 miliar. "Untuk penerimaan negara cukup bagus di atas angka yang ditargetkan," kata Dwi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas lifting minyak
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top