Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin Sebut Ekonomi Nasional 2021 Bakal Membaik, Apa Alasannya?

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani memprediksi, perekonomian Indonesia sudah menyentuh level terendahnya pada pada kuartal II/ 2020, yakni minus 5,3 persen.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  19:58 WIB
(kiri-kanan) Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengadakan diskusi publik soal Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 14 Maret 2020. -  Tempo / EKO WAHYUDI.
(kiri-kanan) Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengadakan diskusi publik soal Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 14 Maret 2020. - Tempo / EKO WAHYUDI.

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi kondisi perekonomian nasional bakal membaik pada 2021.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan hal tersebut bisa terjadi lantaran basis perekonomian nasional sudah rendah pada 2020.

Selain itu, kehadiran vaksin Covid-19 turut memberikan angin segar untuk perekonomian nasional pada 2021.

"Walaupun kita mendapatkannya secara bertahap, harapannya vaksin ini juga akan lebih membantu dan mereduksi faktor ketidakpastian, mengingat musuh utama kita adalah faktor ketidakpastian yang tinggi," kata Rosan dalam diskusi daring, Minggu (18/10/2020).

Menurut dia, pada kuartal II/2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi hingga 5,3 persen.

Sementara itu, dia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020, bakal berkisar di angka minus 2 sampai dengan minus 3 persen

"Dan kuartal IV/2020 akan lebih baik [lebih rendah] kontraksinya," kata dia.

Dia berujar pada kuartal II/2020, perekonomian Indonesia sudah menyentuh level terendahnya di minus 5,3 persen.

Sebelumnya Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal III masih terkontraksi. Namun, akan lebih kecil dibandingkan dengan kuartal II yang mencapai minus 5,3 persen.

Konsumsi pemerintah belum mampu mengompensasi penurunan konsumsi masyarakat dan investasi.

“Namun ini kita akan terus lihat agar kita bisa memastikan konsumsi pemerintah itu ikut menjadi faktor yang membantu pertumbuhan ekonomi,” kata Suahasil yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Nasional (PEN) dalam konferensi pers virtual, Rabu (30/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi kadin rosan p roeslani
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top