Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tol Ngawi-Kertosono Diklaim Mampu Tekan Ongkos Logistik

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menilai pembangunan Tol Ngawi-Kertosono bisa memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  14:07 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Pembangunan jalan tol Ngawi-Kertosono yang menjadi bagian dari Tol Trans Jawa diklaim telah memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang guna mendukung usaha investor.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa manfaat dari terbangunnya Tol Trans Jawa tidak hanya menjadi jalur penghubung transportasi antar kota, tetapi dapat diintegrasikan dengan kawasan-kawasan industri yang sekarang sudah muncul seperti di Ngawi dan Nganjuk serta mendukung akses ke destinasi pariwisata sesuai dengan visi Pemerintah Presiden Joko Widodo.

“Tol Trans Jawa akan memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang [delivery time]. Dengan kepastian waktu tempuh, investor dapat membuat perhitungan business plan lebih matang sehingga terbuka lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah,” jelasnya melalui siaran pers, Sabtu (17/10/2020).

Kehadiran Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono sepanjang 87 Km yang merupakan bagian dari ruas Tol Trans Jawa memiliki peran pada peningkatan potensi daerah di Kabupaten Nganjuk, dan pariwisata lokal serta memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan.

Tol Ngawi-Kertosono selesai dibangun pada 2018 dengan 5 Gerbang Tol (GT) yakni GT Ngawi KM 579), GT Madiun KM 603, GT Caruban KM 611, GT Nganjuk KM 647, dan GT Bandar KM 672. Tol ini juga dilengkapi dengan 3 Simpang Susun (SS) yang terkoneksi dengan wilayah yang dilalui seperti SS Madiun, SS Caruban, dan SS Nganjuk.

Pada Ruas Tol Ngawi-Kertosono terdapat 2 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP)/rest area yakni TIP Km 597 (B) dan TIP Km 626 (A) yang dapat mendukung promosi produk lokal daerah yang dilalui jalan tol.

Kementerian PUPR terus mendorong pengelola TIP untuk memenuhi komposisi minimal 70 persen pengusaha dengan brand dan produk lokal yang mengisi area komersial TIP dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri (Permen) PUPR No. 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan Pada Jalan Tol yang mengatur fasilitas yang harus tersedia di TIP.

Di luar jalan tol, pemerintah sedang membangun Bendungan Semantok di Nganjuk berkapasitas tampung 32,6 juta meter kubik. Bendungan ini dibangun untuk mendistribusikan air saat musim kemarau agar tidak terjadi kekeringan pada areal persawahan sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian atau intensitas panen di Kabupaten Nganjuk.

Kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol Kementerian PUPR
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top