Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemenang Lelang SPAM Pekanbaru Harus Bersabar Dulu, Ada Tahapan Ini

Konsorsium PT PP Infrastruktur-PT Memiontec Indonesia-PT Envitech Perkasa berhasil memenangi lelang proyek KPBU SPAM Pekanbaru.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  19:34 WIB
Instalasi pengolahan air minum. - Istimewa
Instalasi pengolahan air minum. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah pemenang lelang proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Pekanbaru diumumkan, ada sejumlah tahapan lain yang mesti dilalui sebelum kontrak proyek tersebut ditandatangani.

Ketua Pengadaan Proyek SPAM Pekanbaru M. Suhandi menjelaskan bahwa pihaknya akan menerbitkan surat penunjukan pemenang lelang pada 6 November 2020.

"Tahapan selanjutnya setelah pengumunan pemenang lelang ini adalah penerbitan surat penunjukan pemenang oleh penanggung jawab proyek kerja sama [PJPK] pada 6 November 2020," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (16/10/2020).

Penerbitan surat ini, menurutnya, akan dilakukan apabila selama masa sanggah yaitu 19—23 Oktober 2020 itu tidak ada pengajuan keberatan dari peserta lelang lainnya.

Kemudian, tahapan proyek SPAM akan berlanjut pada proses penandatanganan kontrak kerja sama antara PJPK dengan pemenang lelang.

Rencananya penandatanganan kontrak itu dilakukan maksimal sekitar 40 hari setelah penerbitan surat penunjukan pemenang lelang.

Sebelumnya, konsorsium PT PP Infrastruktur-PT Memiontec Indonesia-PT Envitech Perkasa berhasil memenangi lelang proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) SPAM Pekanbaru.

Dari informasi pengumuman lelang yang dimuat di website Pemkot Pekanbaru yakni di alamat pekanbaru.go.id, disebutkan bahwa konsorsium tersebut memenangi proyek SPAM Pekanbaru dari total enam peserta konsorsium yang lulus tahapan prakualifikasi.

Pada perincian pengumuman disebutkan konsorsium PP Infra-Mion-Tech ini mendapatkan total nilai dukungan kelayakan atau viability gap fund total value senilai Rp118,08 miliar.

Sementara itu, total biaya modal senilai Rp499,94 miliar. Kemudian total nilai biaya operasional mencapai Rp1,7 triliun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spam
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top