Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Resesi, Neraca Dagang September 2020 Diprediksi Surplus Lagi

Berdasarkan konsensus Bloomberg, rata-rata estimasi dari ekonom mengungkapkan surplus perdagangan pada September 2020 diperkirakan sebesar US$2,06 miliar, dengan estimasi atas sebesar US$3,6 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  14:44 WIB
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan akan kembali mencetak surplus pada September 2020, dikarenakan kinerja impor yang masih akan terkontraksi lebih dalam dibandingkan ekspor.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, rata-rata estimasi dari ekonom mengungkapkan surplus perdagangan pada September 2020 diperkirakan sebesar US$2,06 miliar, dengan estimasi atas sebesar US$3,6 miliar. Sementara estimasi paling pesimis, neraca perdagangan diperkirakan akan defisit US$1,8 miliar.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan neraca perdagangan September 2020 akan mencetak surplus US$2,53 miliar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat surplus US$2,33miliar.

Menurut Josua, kinerja ekspor akan terkontraksi 8,09 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2020, dari bulan sebelumnya yang terkontraksi 8,36 persen yoy.

"Ekspor pada September akan dipengaruhi oleh kenaikan beberapa harga komoditas ekspor, seperti CPO, batubara, dan karet alam. Sementara itu, perbaikan ekspor bulanan juga didukung oleh peningkatan aktivitas manufaktur dari mitra dagang utama Indonesia seperti EuroZone, AS, Jepang, India, Korea," katanya kepada Bisnis, Rabu (14/10/2020).

Di sisi lain, impor pada September 2020 diperkirakan akan terkontraksi lebih dalam, yaitu pada kisaran 26,99 persen yoy dari bulan sebelumnya yang terkontraksi 24,19 persen yoy.

"Laju impor cenderung melambat mempertimbangkan aktivitas manufaktur Indonesia pada September yang kembali masuk ke fase kontraksi sedemikian sehingga mengindikasikan impor nonmigas cenderung melambat," jelasnya.

Selain itu, imbuhnya, kontraksi aktivitas manufaktur domestik juga turut dipengaruhi oleh pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta. Sementara, tren penurunan harga minyak mentah sebesar 7 persen secara bulanan, mengindikasikan impor sektor migas juga melambat.

Sehingga, Josua memperkirakan neraca perdagangan secara keseluruhan pada kuartal III/2020 akan surplus US$8,12 miliar dari kuartal sebelumnya yang tercatat surplus US$2,89 miliar.

Josua menambahkan, meskipun pemulihan ekonomi domestik mulai terindikasi pada kuartal III/2020, namun masih lemahnya tingkat konsumsi masyarakat serta rendahnya belanja modal dari sisi produksi mendorong pelemahan impor, khususnya impor nonmigas.

Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis (IKS) Eric Alexander Sugandi memperkirakan neraca perdagangan Indonesia akan mengalami surplus sebesar US$2,0 miliar pada September 2020.

"Diperkirakan nilai ekspor sebesar US$13,7 miliar dan nilai impor sebesar US$11,8 miliar," katanya.

Ekspor diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,8 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) atau -2,6 persen yoy, sementara impor tumbuh sebesar 9,4 persen mtm atau -17,6 persen yoy.

Menurut Eric, kenaikan ekspor secara bulanan akan didorong oleh kenaikan ekspor nonmigas akibat peningkatan permintaan oleh negara-negara tujuan ekspor Indonesia. Sementara itu, kenaikan impor secara bulanan akan dipengaruhi oleh peningkatan permintaan impor bahan baku dan barang modal oleh industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan ekspor impor
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top