Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pengembang Terus Berstrategi agar Bisa Survive

Tahun ini merupakan masa yang berat bagi pebisnis properti, kalangan pengembang pun terus mengatur strategi agar bisa bertahan dengan tetap berharap pandemi corona segera berlalu.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  15:58 WIB
Pengembang Terus Berstrategi agar Bisa Survive
Ilustrasi perumahan di Bandung, Jawa Barat./Bisnis - Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tinggal 3 bulan lagi menuju penghujung 2020. Tahun ini merupakan yang berat bagi sektor properti.

Pada akhir tahun lalu, para pengembang sangat berharap bisnis properti booming tahun ini. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia ini membuat impian pengembang pupus.

Berjibaku dengan waktu yang tersisa menuju penghujung tahun, para pengembang menyiapkan sejumlah strategi untuk bisa survive.

Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus menuturkan saat ini yang dilakukan hanya perlu penyesuaian harga dan cara bayar yang meringankan calon buyer.

"Pasar juga sudah teredukasi bahwa it's time to buy," ujarnya kepada Bisnis pada Jumat (2/10/2020).

Namun, pasar end user memilih harga properti yang murah dan terjangkau. Selain itu, memilih yang dapat diangsur dengan jangka panjang hingga di atas10 tahun agar angsuran menjadi sangat ringan.

Alvin menuturkan saat ini kekuatan penjualan pasar properti kondisinya sangat merosot dalam, apalagi banyak usaha yang mengalami drop penghasilan hingga 80 persen.

"Memang faktanya aktivitas ekonomi mengalami deflasi. Hal ini harus disiasati pelaku properti untuk tetap menggarap end user yang masih ada melalui promosi serta kerjasama dengan pihak bank sebagai pemberi KPR [kredit pemilikan rumah] atau KPA [kredit pemilikan apartemen]," tuturnya.

Dia menambahkan untuk angsuran panjang dengan kemudahan dalam syarat serta suku bunga ringan.

Para pengembang juga harus siap memberikan subsidi bunga maupun membebaskan beban administrasi sehingga saat akad kredit tidak menjadi hambatan bagi pembeli karena harus membayar di muka asuransi jiwa, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), biaya Akta Jual Beli (AJB) dan lain sebagainya.

"Harapan para pengembang saat ini adalah dapat mempertahankan cash flow agar operasional perusahaan tetap berjalan," tutur Alvin.

Sementara itu, Managing Director Strategic Business & Services Sinar Mas Land Alim Gunadi menuturkan salah satu program perusahaan untuk menarik minat pembelian properti yakni Move In Quickly. Sampai saat ini Sinar Mas Land sudah memasuki tahap 3 untuk program Move In Quickly.

Adapun promonya tersebut yakni pada program Move in Quickly tahap ketiga, konsumen dapat menikmati diskon 10 persen untuk pembayaran tunai dan subsidi down payment (DP) 5 persen jika menggunakan kredit kepemilikan rumah (KPR) untuk unit ready stock.

Untuk pembelian unit under construction, konsumen akan mendapatkan keringanan mencicil uang muka 5 persen, sebanyak enam kali ditambah lagi diskon 5 persen nilai akad kredit jika menggunakan KPR atau KPA.

Kemudian untuk pembayaran dengan KPR/KPA, konsumen juga mendapatkan benefit tambahan berupa bebas biaya BPHTB untuk unit ready stock dan bebas biaya asuransi, provisi, dan administrasi.

"Konsumen yang melakukan pembelian secara tunai juga berhak mendapatkan benefit tambahan berupa deposito hingga ratusan juta rupiah," ucapnya.

Alim menambahkan tidak hanya pembelian properti yang siap huni ataupun sedang dibangun, Sinar Mas Land juga menyediakan kaveling bagi konsumen yang berniat membangun sendiri properti sesuai keinginan. Untuk pembelian kaveling, konsumen mendapatkan keringanan pembayaran tunai 20 persen.

Bagi konsumen yang memilih KPT [Kredit Pemilikan Tanah] Express dengan DP 20 persen, Sinar Mas Land menyiapkan subsidi DP sebesar 15 persen untuk maksimum harga properti Rp2,5 miliar. Untuk KPT dengan DP sebesar 20 persen yang dicicil 12 kali, konsumen memperoleh potongan harga 10 persen.

"Keringanan pembayaran tersebut juga ditambah dengan benefit berupa gratis biaya pengalihan satu kali dan bebas biaya BPHTB apabila pembeli melakukan AJB dalam waktu maksimal 2 tahun setelah serah terima kaveling," ujarnya.

Alim menuturkan ragam produk yang ditawarkan Sinar Mas Land dalam program Move in Quickly mencakup produk yang siap huni maupun yang sedang dibangun.

Adapun produk-produk menarik yang bisa dipilih mencakup rumah, rumah toko (ruko), kios, dan apartemen yang tersebar di berbagai area, yaitu Jakarta seperti The Elements, Southgate, dan Aerium, lalu Tangerang di BSD City, Marigold-Nava Park, Akasa, dan Taman Banjar Wijaya,  Cibubur di Kota Wisata dan Legenda Wisata, Batam di The Nove at Nuvasa Bay, Surabaya di Wisata Bukit Mas dan Apartemen Klaska, dan Grand City Balikpapan.

"Untuk kaveling siap bangun tersedia di Tangerang BSD City dan Taman Banjar Wijaya, Cibubur Kota Wisata dan Legenda Wisata, Batam di The Nove-Nuvasa Bay, Surabaya di Wisata Bukit Mas, dan Balikpapan Grand City," tuturnya.

Untuk memudahkan konsumen mengajukan kredit pemilikan properti, Sinar Mas Land juga menggandeng sejumlah bank dalam program tersebut. Sejumlah bank yang bekerja sama untuk pengajuan KPR/KPA program Move In Quickly, yakni Bank Mandiri, BCA, CIMB Niaga, Permata, Maybank, UOB, Mandiri Syariah, BNI, CCB, BTN.

"Untuk kaveling siap bangun, bank yang bekerja sama untuk pengajuan KPT, yakni CIMB Niaga, Permata, Maybank, UOB, dan CCB," ujar Alim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top