Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Hunian Berkonsep TOD Terus Didorong

Pemerintah terus mendorong kalangan pengembang untuk membangun perumahan atau hunian berkonsep TOD terutama di kawasan Jabodetabek.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 30 September 2020  |  17:41 WIB
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun berkonsep TOD. - Antara
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun berkonsep TOD. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah keterbatasan lahan di kawasan perkotaan  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pembangunan hunian berkonsep transit oriented development (TOD) di Jabodetabek.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan TOD mampu meningkatkan penghematan energi serta mengintegrasikan hunian masyarakat dengan sarana transportasi.     

"Kami akan terus mendorong pola pembangunan perumahan dengan konsep TOD di kawasan perkotaan," ujarnya pada Rabu (30/9/2020).

Dia menilai pembangunan TOD pada merupakan salah satu amanat dari UU No. 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman khususnya di Pasal 6 yang menyatakan bahwa Pembangunan rumah umum harus mempunyai akses menuju pusat pelayanan atau tempat kerja.

Selain itu, TOD menjadi bagian dari UU No. 20/2011 tentang Rumah Susun yang menyatakan bahwa setiap pembangunan rumah susun komersial, wajib menyediakan rumah susun umum paling sedikit 20 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Dia menuturkan terdapat ada empat manfaat dari implementasi pembangunan TOD yakni mendorong pembangunan perumahan yang layak huni dan memiliki aksesibilitas yang baik sekaligus menyediakan jaringan transportasi umum yang terjangkau.

"TOD ini juga cocok untuk para generasi milenial yang ingin melakukan mobilisasi dengan mudah," ujarnya.

Selain itu, optimalisasi penggunaan lahan. Pembangunan TOD secara vertikal juga bisa dilaksanakan di lokasi lahan yang sempit namun berpusat pada simpul jaringan transportasi.

TOD juga mendorong penghematan energi. Salah satu penghematan energi adalah penyediaan listrik yang terfokus dan bahan bakar minyak (BBM). “Jadi, masyarakat bisa memanfaatkan tranportasi publik massal sebagai pilihan utama moda transportasi," tuturnya.

Manfaat lainnya dari TOD dibangun secara integrasi dengan dengan sarana transportasi seperti stasiun dan terminal. Saat ini TOD yang sudah dibangun tidak jauh dari stasiun kereta ataupun commuter line seperti Stasiun Pasar Senen, Pondok Cina, Depok Baru, Jatijajar, Citayam dan Cinere.

Lalu untuk TOD yang terintegrasi dengan terminal berada di sekitar terminal Poris Plawad Tangerang, Baranangsiang Bogor, Jatijajar Depok dan Pondok Cabe Tangerang Selatan. "Kami berharap masyarakat bisa terbantu dengan pembangunan TOD," ucap Khalawi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti transit oriented development
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top