Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Kali Deflasi Berturut-turut, Pemerintah Bilang Permintaan Terbatas Akibat PSBB

Pemerintah mengungkapkan permintaan domestik masih cenderung terbatas terutama akibat penerapan PSBB jilid II di Jakarta dan kota-kota lainnya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  17:59 WIB
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). ANTARA FOTO - Arif Firmansyah
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). ANTARA FOTO - Arif Firmansyah


Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dipastikan akan mengalami resesi kuartal ketiga kali ini. Kondisi ini diperkuat dari indeks harga konsumen pada September mengalami deflasi.

Tren deflasi ini telah berlangsung sepanjang kuartal III/2020 atau sejak Juli 2020 dan mengambarkan kondisi daya beli yang melemah. Deflasi terjadi pada Juli sebesar 0,10 persen, Agustus 0,05 persen, dan September 0,05 persen.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono deflasi pada September masih dipengaruhi harga pangan. Kelompok tersebut terkontraksi didorong oleh pasokan yang tetap terjaga dan minimnya gangguan distribusi.

“Di saat yang bersamaan, permintaan domestik memang masih cenderung terbatas terutama akibat penerapan PSBB [pembatasan sosial berskala besar] jilid II di Jakarta dan kota-kota lainnya,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (1/10/2020).

Meski resesi, pemerintah masih optimistis pada 2021 ekonomi akan membaik. Pertumbuhan berdasarkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pertumbuhan dipatok 5 persen.

Untuk mengejar target tersebut, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) masih akan berlanjut tahun depan. Susi menjelaskan bahwa dalam APBN, anggaran perlindungan sosial dianggarkan Rp421,7 triliun.

Bantuan tersebut diarahkan untuk percepatan pemulihan sosial dan mendukung reformasi sistem perlindungan sosial secara bertahap. Dengan pemulihan ini, diharapkan kelas masyarakat menengah ke bawah dapat terjaga daya belinya.

Program perlindungan sosial di tahun 2021 merupakan lanjutan dari program-program di tahun 2020. Stimulus ini ditingkatan proses penyiapan administrasi.

“Terutama dalam hal penyempurnaan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan perbaikan mekanisme penyaluran program perlindungan sosial. Serta penguatan monitoring dan evaluasi sehingga program dapat semakin tepat sasaran,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

deflasi Resesi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top