Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ingat-Ingat! Ini Seputar E-Faktur 3.0 yang Wajib Diketahui

Dengan penerapan e-faktur baru, otoritas pajak sudah mengirimkan email kepada 542.000 pengusaha kena pajak untuk mengingatkan supaya mereka mempersiapkan diri dengan skema e-faktur terbaru. Berikut ini hal-hal yang wajib diketahui.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  17:12 WIB
Aktivitas di kantor pelayanan pajak, di Jakarta, Selasa (23/2/2017). - Reuters/Fatima Elkarim
Aktivitas di kantor pelayanan pajak, di Jakarta, Selasa (23/2/2017). - Reuters/Fatima Elkarim

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak menetapkan penerapan e-faktur 3.0 mulai dilaksanakan hari ini, Kamis (1/10/2020). Artina, pengusaha kena pajak (PKP) diminta untuk segera bermigrasi ke aplikasi yang baru karena format e-faktur sebelumnya akan segera ditutup.

Lantas apa saja yang harus diketahui wajib pajak?

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengatakan dua hari lalu, otoritas pajak sudah mengirimkan email kepada 542.000 pengusaha kena pajak untuk mengingatkan supaya mereka mempersiapkan diri dengan skema e-faktur terbaru.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan bahwa seluruh Pengusaha Kena Pajak (PKP) dapat mengunduh (download) aplikasi terbaru di https://efaktur.pajak.go.id.

Dia menambahkan untuk mencegah terjadinya kesalahan (corrupt database), pengguna aplikasi perlu melakukan back-up database (folder db yang sedang digunakan)

"Agar aplikasi dapat berjalan dengan lancar, pengguna perlu menyalin database (folder db) di aplikasi lama yang kemudian dipindahkan dalam folder aplikasi e-Faktur terbaru," kata Yoga.

Aplikasi versi 3.0 ini membawa berbagai fitur baru termasuk prepopulated pajak masukan berupa pemberitahuan impor barang, prepopulated pajak masukan berupa e-Faktur, prepopulated VAT refund, sinkronisasi kode cap pada aplikasi e-Faktur, serta prepopulated SPT Masa PPN.

Dengan demikian, PKP nanti tinggal meneliti atau mengkoreksi data yang masuk ke prepopulated SPT masa tersebut.

"Kalau sudah sesuai tinggal di submit atau dilaporkan SPT Masanya lewat sistem tersebut. Ini seperti yang ssbelumnya sudah kita lakukan untuk SPT Tahunan PPh OP Form 1771 S," kata Yoga, Rabu (30/9/2020).

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Pajak merilis aplikasi e-Faktur versi 3.0 secara nasional. Implementasi nasional aplikasi e-Faktur versi 3.0 dilaksanakan pada 1 Oktober 2020 atau hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ditjen pajak SPT faktur pajak
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top