Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anggaran PEN Terserap 43,8 Persen Hingga 28 September

Realisasi anggaran terbesar adalah perlindungan sosial, yakni 73,9 persen dari total pagu anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 30 September 2020  |  17:44 WIB
Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/7 - 2020) / Youtube Setpres.
Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/7 - 2020) / Youtube Setpres.

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Nasional melaporkan penyerapan anggaran per 28 September 2020 sebesar 43,8 persen atau Rp304,6 triliun dari Rp695,2 triliun.

Seperti diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran tersebut ke dalam 6 program utama, yakni kesehatan, insentif usaha, perlindungan sosial, sektoral kementerian/lembaga dan pemda, UMKM, serta pembiayaan korporasi.

Dari 6 program tersebut, realisasi anggaran terbesar adalah perlindungan sosial, yakni 73,9 persen dari total pagu. Kemudian disusul oleh UMKM 64 persen.

Capaian penyerapan program lainnya jauh di bawah dua program tersebut. Program kesehatan baru menyerap 24,9 persen dari total pagu, insentif usaha 22,9 persen, sektoral K/L dan pemda 23,9 persen, serta pembiayaan korporasi masih nol persen.

Selain dua sektor dengan penyerapan anggaran kurang dari 30 persen, Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yakni pembiayaan korporasi.

“Tapi ini sifatnya lump sum dan besar kami harapkan di awal Oktober dari kuartal keempat akan masuk gelondongan besarnya sehingga bisa membantu pertumbuhan kita di kuartal keempat ini,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Rabu (30/9/2020).

Budi optimistis pada akhir tahun ini seluruh anggaran dapat terserap sepenuhnya. Dengan demikian harapan pemerintah untuk memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dapat tercapai secara optimal.

Adapun, anggaran pemerintah sebesar Rp137,89 triliun yang telah disalurkan dalam tiga bulan terakhir diperkirakan akan dapat mengungkit perekonomian kuartal ketiga.

“Angkanya nanti akan kita lihat sebentar lagi mudah-mudahan lebih baik dibandingkan dengan negatif lima persen di kuartal kedua,” kata Budi.

Dalam perhitungan Satgas PEN, setiap satu rupiah anggaran pemerintah yang digelontorkan akan memberikan dampak 2 kali kepada GDP.

“Jadi kalau kita menyalurkan selama kuartal 3 ini bisa Rp137,89 triliun ya kira-kira dampak ke GDP 2,1 [kali] atau sekitar Rp270 triliun, tapi balik lagi ini hitung-hitungan kasar,” kata Budi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perlindungan sosial covid-19 pemulihan ekonomi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top