Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kualitas Tol Dikeluhkan, Bina Marga Bakal Cek Langsung ke Lapangan

Muncunya keluhan mengenai kualitas jalan tol membuat Ditjen Bina Marga berkehendak memantau langsung kondisi lapangan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 30 September 2020  |  17:51 WIB
Ilustrasi interchange di ruas jalan tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara. Jalan tol ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (29/9/2020) secara virtual. - Jasa Marga
Ilustrasi interchange di ruas jalan tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara. Jalan tol ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (29/9/2020) secara virtual. - Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA – Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal melakukan pemeriksaan ke lapangan untuk memastikan kualitas pembangunan proyek jalan tol sesuai dengan standar demi meminimalisasi keluhan pengguna jalan tol.

Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian mengaku memahami bahwa Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah memiliki konsultan pengawas dalam pelaksanaan proyek jalan tol.

"Namun, dalam beberapa kasus, kualitas proyek jalan tol dikeluhkan pengguna, jadi nanti Bina Marga akan lakukan pengawasan langsung," ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan groundbreaking tiga proyek di tol Pondok–Aren Serpong pada Rabu (30/9/2020).

Hedy mengaku upaya itu dilakukan pihaknya untuk memastikan kualitas pekerjaan konstruksi di jalan tol, dilaksanakan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati antara kontraktor dengan badan usaha jalan tol serta Kementerian PUPR.

Adapun PT Nusantara Infrastructure Tbk melalui anak perusahaannya PT Bintaro Serpong Damai (BSD) telah meluncurkan tiga proyek yang akan dilaksanakan di jalan tol Serpong–Pondok Aren.

Tiga proyek yang akan digarap oleh BSD yaitu pertama, konstruksi tidak sebidang ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang.

Proyek itu bertujuan menghilangkan potensi weaving (dua arus bersilangan) di lokasi tersebut, kemudian untuk menghindari terjadinya potensi kecelakaan di Serpong Junction dengan meningkatkan faktor keselamatan bagi pengguna jalan.

Proyek ini juga diharapkan dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di wilayah ROW (right of way) 30 Tangerang Selatan dengan dilakukannya pelebaran jalan dan perbaikan akses.

Kedua, proyek konstruksi penanganan banjir KM 8. Melalui proyek ini, perseroan berharap dapat memberikan solusi penanggulangan banjir yang terjadi hampir setiap tahunnya, sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, akses Jalan Tol BSD (Bumi Serpong Damai) dan Serpong Junction dapat dilalui tanpa adanya hambatan banjir atau genangan air.

Ketiga, proyek konstruksi tidak sebidang akses on ramp Rawabuntu pada jalan tol ruas Pondok Aren–Serpong. Keseluruhan proyek ini ditujukan untuk mengatasi kemacetan di depan Stasiun Rawabuntu menuju ke tol BSD sekaligus mempermudah pergerakan arus lalu lintas di Simpang Tekno menuju ke area tol.

Dengan demikian, pengendara yang menuju ke arah tol tidak perlu melewati jalan eksisting di sekitaran Stasiun Rawabuntu atau dapat langsung menuju akses baru di awal sekitar Latinos.

Proyek ini selaras dengan program Pemkot Tangsel yang akan melebarkan ROW 40 dari Simpang Tekno ke arah Tol BSD sampai Latinos dari 2x2 menjadi 2x3.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol bina marga
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top