Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Risiko Dumping Akibat Pemulihan Ekonomi China Kecil, Ini Alasannya

Pemerintah China dinilai akan tetap memprioritaskan pemenuhan keperluan domestik sebelum kemudian melakukan ekspansi besar-besaran ke pasar global.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 29 September 2020  |  21:18 WIB
Pengendara motor melintasi jalan di dekat bangunan hunian yang sedang dibangun di Ningde, Provinsi Fujian, China./Bloomberg - Qilai Shen
Pengendara motor melintasi jalan di dekat bangunan hunian yang sedang dibangun di Ningde, Provinsi Fujian, China./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA -- Pertumbuhan laba industri yang dialami China dalam beberapa bulan terakhir dinilai tidak serta merta membuat risiko dumping produk-produk dari Negeri Panda melonjak tinggi.

Sebagai informasi, Biro Statistik Nasional China belum lama ini melaporkan keuntungan yang diperoleh industri nasional naik 19 persen pada Agustus 2020, setelah kenaikan 19,6 persen terjadi pada Juli. 

Menurut Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal, pemerintah China akan tetap memprioritaskan pemenuhan keperluan domestik sebelum kemudian melakukan ekspansi besar-besaran ke pasar global.

"Risiko dumpingnya masih rendah. China akan penuhi keperluan domestik dulu, baru ekspansi besar-besaran ke pasar dunia. Pasalnya, ini adalah periode restart. Jadi, mereka akan memperkuat industri dalam negeri terlebih dahulu," ujar Fithra kepada Bisnis, Selasa (29/9/2020).

Fithra menilai, justru pemulihan yang terjadi di sektor industri China cenderung mendorong pemerintah di negara tersebut untuk menjaga aliran masuk bahan baku untuk produksi, terutama dari kawasan Asean.

Menurutnya, ini justru menjadi peluang bagi untuk memaksimalkan ekspor bahan baku ke China. Hal tersebut dinilai sangat masuk akal karena geliat industri yang dialami China masih suboptimal sehingga negara tersebut masih memerlukan bahan baku dan barang modal untuk jangka pendek, terutama dari Asean.

Adapun, untuk mengantisipasi banjir produk impor dari Negeri Panda, Komite Antidumping Indonesia (KADI) akan memberlakukan trade remedies serta menaikkan tarif bea masuk untuk barang-barang dari China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor china
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top