Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Strategi Mayora Indah (MYOR) Hadapi 2021, Apa Saja?

Data Gapmmi menunjukkan bahwa ada penurunan konsumsi rumah tangga untuk produk mamin dari 5,01 persen pada kuartal I/2020 menjadi 0,71 persen pada kuartal II/2020.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 25 September 2020  |  17:39 WIB
PT Mayora Indah Tbk - Mayora.com
PT Mayora Indah Tbk - Mayora.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Mayora Indah Tbk. menyiapkan sejumlah strategi untuk merealisasikan optimisme di industri makanan dan minuman dalam menyambut 2021 karena sektor tersebut diperkirakan mampu tumbuh 7—8 persen.

Global Marketing Director Mayora Ricky Afrianto mengatakan bahwa tedapat tiga strategi utama yang disiapkan perusahaan. Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia mulai dari proses perekrutan.

"Kami berkeyakinan dalam meng-hire karyawan, yang di-hire bukanlah sekadar karyawan. Namun, future leader. Jadi, mereka adalah potensi bagi perusahaan untuk mampu memimpin pasar," ujar Ricky dalam acara MarkPlus Industry Roundtable: Actualizing The Post Normal: Year 2021 & Beyond, Jumat (25/9/2020).

Kedua, meningkatkan kekuatan produk yang dinilai memberi implikasi signifikan bagi perusahaan dalam bersaing dengan kompetitor, baik dalam hal pemasaran, distribusi, dan rantai pasok global.

Sejak mengalami penurunan pada kuartal II/2020, Ricky menilai sektor mamin sudah mulai bergerak naik (bottom up) pada Agustus 2020 dan tren tersebut diharapkan dapat berlangsung sampai dengan 2021.

Adapun, data Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi) menunjukkan bahwa ada penurunan konsumsi rumah tangga untuk produk mamin dari 5,01 persen pada kuartal I/2020 menjadi 0,71 persen pada kuartal II/2020.

Ketiga, memberi nilai kepada konsumen lewat produk-produk dengan harga terjangkau sebagai upaya menjaga pasar yang dikatakan perlu dilakukan di dalam kondisi pandemi. Upaya tersebut diyakini mampu memancing semangat konsumen untuk membeli.

"Kalau bukan pelaku usaha yang nge-drive market, maka pasarnya akan tetap lesu. Pelaku usaha harus membuat market kembali exciting, jadi konsumen ada semangat untuk membeli," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri mamin
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top