Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perlu Stimulus Kredit Konstruksi agar Pengembang Bertahan

Bank BTN, yang selama ini diketahui merupakan penyalur terbesar KPR untuk rumah bersubsidi, menilai kalangan pengemkbang perlu mendapatkan stimulus dari sisi kredit konstruksi selama 1 hingga 2 tahun ke depan agar mereka bisa bertahan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 23 September 2020  |  18:56 WIB
Ilustrasi perumahan./Antara - Raisan Al Farisi
Ilustrasi perumahan./Antara - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Tabungan Negara (BTN) berharap adanya stimulus kredit konstruksi yang dapat diberikan kepada para pengembang untuk dapat survive setelah pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala Mansury mengatakan diperlukan subsidi bunga kredit konstruksi yang diberikan kepada para pengembang terutama untuk pengembang baru dan pengembang kecil untuk bisa bertahan selama 1 hingga 2 tahun mendatang.

Menurut dia, sektor perumahan memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi untuk dapat mengembangkan bisnis dengan baik.

"Adapun tantangan tersebut yakni akses dan sumber pembiayaan. Jadi, diharapkan tidak hanya bantuan kepada end user, tetapi diberikan bantuan kepada pengembang selama 1–2 tahun mendatang berupa subsidi suku bunga kredit konstruksi agar pengembang dapat menggerakkan ekonomi," ujarnya dalam webinar pada Rabu (23/9/2020).

Untuk dapat menggerakkan sektor properti juga dibutuhkan land bank yang bisa menjaga stabilitas harga. Adapun tren saat ini untuk rumah subsidi berada di wilayah yang sangat jauh. Oleh karena itu, perlu adanya lahan di kota untuk kepentingan masyarakat.

Ketersediaan lahan yang terbatas khususnya di perkotaan, lanjut Pahala. berdampak pada harga jual. "Kita perlu jaga produktivitas, kalau rumahnya jauh, tentu berpengaruh pada produktivitas."

Selain itu, tuturnya, perlu ada kemudahan proses perizinan proyek dan sertifikasi tanah yang tidak memakan waktu lama.

"Tantangan lainnya yakni keterbatasan daya beli masyarakat untuk memiliki rumah. Rumah yang dibeli masyarakat diharapkan dapat menjadi tempat usaha sehingga nantinya dapat meningkatkan daya beli," kata Pahala.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top