Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi kawasan perumahan./Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Premium

Stimulus Properti Disiapkan, Napas Pengembang Diperpanjang

21 September 2020 | 18:57 WIB
Pemerintah diketahui tengah menyiapkan sejumlah stimulus untuk sektor properti. Kalangan pengembang pun menyambut baik kebijakan tersebut. Meski demikian, masih ada pula yang meragukan langkah tersebut benar-benar dimaksudkan untuk menopang kinerja bisnis properti.

Bisnis.com, JAKARTA – Para pengembang properti menyambut positif adanya stimulus pemerintah di sektor properti yang tengah tertekan akibat pandemi Covid-19.

Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tengah disiapkan sejumlah kemudahan di antaranya Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ditanggung pemerintah pusat.

Selain itu, payment holiday untuk angsuran pokok dan bunga untuk kredit pemilikan rumah (KPR) maksimal Rp500 juta, penurunan PPh BPHTB rumah sederhana/rumah sangat sederhana (RS/RSS) dari 5 persen menjadi 1 persen, serta bunga kredit konstruksi rendah.

Stimulus ini segera difinalisasi oleh Tim Pelaksana, Satgas PC-19, dan Satgas PEN dengan dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan.

Sekjen DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali menyambut baik dan sangat mengapresiasi kebijakan itu untuk segera direalisasikan dalam PEN terutama pada saat pandemi Covid-19.

Menurutnya, stimulus tersebut akan dapat membantu masyarakat terutama masyarakat menengah bawah yang berkeinginan membeli rumah pada masa pandemi ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top