Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Defisit APBN Naik di Atas 3 Persen, Batas Toleransi Pra-Covid Terlampaui

Angka defisit anggaran itu telah melebihi batasan defisit APBN dalam Undang-Undang Keuangan Negara di angka 3 persen. Namun jika merujuk ke UU No.2/2020 yakni di angka 6,34 persen dari PDB angka ini masih dalam batas toleransi.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 22 September 2020  |  11:59 WIB
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis - Abdurachman
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Realisasi defisit anggaran per Agustus 2020 telah mencapai 3,05 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Jika dilihat dalam kondisi nornal, angka defisit anggaran itu telah melebihi batasan defisit APBN dalam Undang-Undang Keuangan Negara di angka 3 persen. Namun jika merujuk ke UU No.2/2020 yakni di angka 6,34 persen dari PDB angka ini masih dalam batas toleransi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pembengkakan defisit dipicu oleh realisasi pendapatan nengara yang hanya mencapai Rp1.034,1 triliun atau minus 13,1 persen (year on year).

Di sisi lain, menkeu menyebutkan pertumbuhan belanja pada Agustus 2020 telah meningkat hingga 10,6 persen. Peningkatan anggaran belanja ini disebabkan oleh belanja sosial yang naik signifikan.

"Posisi defisit sudah mencapai Rp500,5 triliun atau 3,05 persen dari sisi ini tentu adalah kenaikan defisit yang sangat besar dibandingkan tahun lalu," kata Sri Mulyani, Selasa (22/9/2020).

Kendati masih berada di range defisit APBN darurat yakni di angka 6,34 persen dari PDB. Namun Sri Mulyani menyebut pemerintah perlu berhati-hati, terutama jika melihat perkembangan penerimaan pajak sampai Agustus kemarin yang tercatat minus 15,6 persen

"Kita lihat perkembangan penerimaan perpajakan kita," jelasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn defisit anggaran covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top