Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Perkantoran Surabaya Tertolong Ketiadaan Tambahan Pasok

Bisnis perkantoran di Surabaya, Jawa Timur, tertolong oleh ketiadaan tambahan pasokan sepanjang paruh pertama tahun ini.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 20 September 2020  |  16:43 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat sewa dan hunian perkantoran di Surabaya, Jawa Timur, pada semester pertama 2020 “tertolong” oleh ketiadaan pasokan baru, demikian hasil riset konsultan properti Colliers International Indonesia.

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, tidak adanya pasokan kantor baru itu dapat dianggap sebagai kabar baik bagi pasar perkantoran di Surabaya.

Dia mengemukakan pasokan kumulatif saat ini seluas 421.847 m2. Gedung perkantoran yang masuk pasar sisa tahun ini akan menghasilkan seluas 71.078 m2 yang dipasok dari empat gedung.

“Kami tidak melihat adanya perubahan tarif sewa secara keseluruhan selama 6 bulan terakhir, karena pasokan yang stagnan dan bangunan yang ada tidak memiliki alasan logis untuk menyesuaikan harga sewa, terutama dalam kesulitan yang dialami oleh penyewa,” tuturnya.

Colliers mengantisipasi empat gedung lagi masuk pasar pada 2021, yang akan mengakumulasi persediaan ruang kantor di Surabaya menjadi 650.000 m2, sekitar 31,7 persen meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dia mengutarakan bahwa aktivitas leasing yang lambat membayangi kantor Surabaya selama 6 bulan terakhir, sehingga tingkat hunian rata-rata turun menjadi 68 persen pada semester 1 2020.

Ferry mengistilahkan kegiatan bisnis menghadapi angin sakal (angon yang bertentangan dengan arah kapal) bukan hanya disebabkan oleh pasar leasing yang sudah melemah, tetapi juga penurunan akibat pandemi Covid-19.

Proyeksi pasokan yang akan datang pada semester kedua 2020 akan menurunkan tingkat okupansi secara tajam pada akhir 2020.

Satu bangunan di Surabaya Timur diproyeksikan sebagai hunian sendiri oleh grup pemilik, tetapi hal ini belum membantu peningkatan hunian secara keseluruhan, masih dalam tren penurunan pada 2020.

Dengan jumlah permintaan ruang kantor yang tidak mencukupi ditambah dengan proyeksi pasokan yang besar, tingkat hunian diperkirakan akan turun dan mungkin hanya mencapai di bawah 60 persen pada 2021.

Menurut kajian Colliers, perkantoran di Surabaya memiliki harapan yang prospektif dari pertumbuhan usaha kecil dan menengah, tetapi perlu proses dan waktu untuk melihat mereka berkembang dan mengadopsi teknologi untuk mempercepat produktivitas dan kapasitasnya.

Sejauh ini, mayoritas pertanyaan kantor berasal dari perusahaan mapan yang mungkin memiliki keterbatasan untuk berkembang belakangan ini.

“Oleh karena itu, menurut kami pasar perkantoran Surabaya perlu memaksimalkan potensi internalnya dari pertumbuhan usaha kecil dan menengah tersebut. Ini bisa dalam bentuk perusahaan rintisan yang mungkin memicu pertumbuhan kantor layanan dan coworking space.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top