Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspansi Kawasan Industri Diprediksi Tertahan Hingga Akhir Tahun

Kondisi ekonomi dan bisnis yang tertekan akibat pandemi Covid-19 membuat langkah ekspansi di kawasan industri juga mengalami hambatan setidaknya sampai akhir tahun ini.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 18 September 2020  |  23:21 WIB
Kawasan industri Jababeka di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat./Bisnis - Himawan L. Nugraha
Kawasan industri Jababeka di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat./Bisnis - Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan bisnis properti Colliers International Indonesia memprediksi kondisi bisnis dan ekonomi yang tertekan pandemi Covid-19 membuat ekspansi di lahan kawasan industri di tertahan paling tidak sampai akhir tahun ini.

“Pada kuartal II/2020 pengelola dan pemilik sebagian besar akan memilih konsolidasi dengan mencairkan stok tanah di tangan dan mempertahankan penyewa yang ada untuk mendukung kondisi operasi yang baik di dalam kawasan industri mereka,” ungkap Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengutip hasil riset.

Kawasan industri dengan pengembangan lahan, lanjutnya, dapat meneruskan kegiatan konstruksi ketika merasa tidak ada lagi ancaman dan tekanan yang mendasar akibat situasi makro ekonomi.

“Kami yakin ada permintaan yang terpendam cukup besar di sektor industri yang menunggu momentum ekspansi yang tepat,” tuturnya.

Lokasi favorit seperti Bekasi, Jawa barat, mungkin memiliki lahan terbatas untuk ekspansi, bersama dengan kenaikan nilai tanah di wilayah itu, yang mungkin mengubah minat pengembang untuk membangun proyek yang lebih layak secara komersial.

Sejauh ini Subang, Jabar, menarik ekspansi oleh beberapa pengembang besar, termasuk pengembang kawasan industri yang sudah ada, terutama karena pengembangan pelabuhan Patimban.

Greenland International Industrial Center (GIIC) di Cikarang, Bekasi, membantu mempertahankan kinerja penjualan di tengah kondisi yang rendah secara keseluruhan dari kawasan industri di Jabodetabek.

Meskipun mencatatkan penjualan lebih rendah daripada kuartal sebelumnya, GIIC berkontribusi sekitar 55 persen  dari total volume transaksi yang direalisasikan pada kuartal II/2020.

Total area transaksi yang tercatat di kuartal I/2020 adalah 56 hektare, sehingga keseluruhan kinerja penjualan semester I menjadi 90,3 hektare, mewakili sekitar 25,5 persen dari total kesepakatan yang dibuat tahun lalu.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh penurunan ekonomi, dengan rencana investasi yang tertahan. Situasi ini kemungkinan masih akan berlanjut hingga sisa tahun ini, sehingga sektor kawasan industri sulit untuk melampaui kinerja penjualannya tahun lalu.

Secara keseluruhan, transaksi terutama melibatkan kawasan industri besar. Dua sektor, pusat data dan suku cadang, membeli sekitar 19 hektare tanah di GIIC dengan sekitar 15 hektare dijual ke perusahaan pusat data.

Karawang International Industrial City (KIIC) melaporkan transaksi hampir 5,5 hektare kepada perusahaan coil center dari Korea Selatan. “Ini menandakan kelanjutan tren yang baik.”

Kisah baik lainnya datang dari Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) di Serang, Banten, sebuah perusahaan kimia Korea Selatan memperoleh 5 hektar lahan sebagai bagian dari rencana ekspansinya.

Sementara itu, ekspansi perusahaan kabel menghasilkan kesepakatan di Kawasan Industri Suryacipta di Karawang, Jabar, dengan luas lahan 2,9 hektare.

Di Bekasi, Jababeka masih cukup konsisten dalam membukukan penjualan, dengan total kesepakatan mencapai 1,7 hektare pada kuartal ini.

Terakhir, deal terkecil, kurang dari 1 hektare, datang dari Modern Cikande, Serang, yang bisa disebut tidak biasa, karena Modern Cikande cukup konsisten menghasilkan deal-deal besar dalam beberapa tahun terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti kawasan industri
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top