Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah AHPND Serang Tambak Udang, KKP Ambil 10 Langkah

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan guna mencegah masuk dan menyebarnya penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) pada budidaya udang di Tanah Air. KKP menyiapkan 10 langkah antisipatif untuk mencegah AHPND masuk ke Indonesia.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 18 September 2020  |  10:16 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) menyaksikan pelepasan benih udang di sela-sela acara penyerahan izin pemanfaatan lahan tambak Perhutanan Sosial di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/11). - ANTARA/Risky Andrianto
Presiden Joko Widodo (kiri) menyaksikan pelepasan benih udang di sela-sela acara penyerahan izin pemanfaatan lahan tambak Perhutanan Sosial di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/11). - ANTARA/Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan guna mencegah masuk dan menyebarnya penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) pada budidaya udang di Tanah Air. KKP menyiapkan 10 langkah antisipatif untuk mencegah AHPND masuk ke Indonesia.

Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, mengatakan bahwa sebagai penyakit lintas batas, pencegahan AHPND harus dilakukan secara ketat dan komprehensif. Hal itu bertujuan mencegah potensi penyebarannya di Indonesia yang saat ini tengah serius untuk menggenjot produksi udang.

"Beberapa negara telah menyatakan adanya infeksi pada industri budidaya udang, ini yang mesti kita waspadai. Mulai dengan memperketat analisis risiko impor berbagai produk yang berpotensi jadi pembawa dari negara yang terkena wabah. Kita tidak ingin geliat industri budidaya udang dalam negeri terganggu," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2020).

Adapun, AHPND merupakan jenis penyakit lintas batas (transboundary disease) yang saat ini tengah menjadi ancaman serius pada industri budidaya udang di berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, China, Vietnam, Meksiko, dan India.

Jenis penyakit ini disebabkan oleh bakteri vibrio parahaemolyticus yang menghasilkan toksin mematikan dan terutama menyerang udang vaname yang berumur kurang dari 40 hari di tambak.

KKP, kata Slamet, terus melakukan pengawasan dan sosialisasi terkait AHPND di sentra-sentra budidaya udang dalam rangka melibatkan dan meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan dan masyarakat pembudidaya terhadap bahaya AHPND dan pencegahannya.

Ditjen Perikanan Budidaya KKP telah menyiapkan setidaknya 10 upaya guna mencegah penyebaran AHPND.

- Menerbitkan Perditjen No. 165/2019 tentang SOP Pencegahan AHPND
- Membentuk Satuan Gugus Tugas Pengendali Hama dan Penyakit Ikan
- Meningkatkan kapasitas laboratorium pengujian di UPT mulai dari metode, bahan uji dan SDM.
- Memperketat pengawasan terhadap lalu lintas udang baik domestik maupun internasional
- Melakukan pendataan unit pembenihan dan tambak di setiap provinsi
- Sosialisasi pencegahan AHPND kepada petugas dinas dan stakeholder terkait
- Melakukan survailen (pengumpulan data penyakit berdasarkan pengambilan sampel/spesimen) ke sentra budidaya udang
- Menyusun format sistem pelaporan untuk pusat diagnostik Penyakit Ikan nasional.
- Mengimbau pembudidaya agar melakukan pengelolaan budidaya dengan memperketat biosecurity
- Mengimbau agar segera laporkan jika ada indikasi penyakit tersebut.

Slamet menegaskan KKP ingin memastikan seluruh sentra produksi budidaya udang terhindar dari AHPND. Kerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait menjadi salah satu yang niscaya.

"Terutama pada pembudidaya, diimbau untuk melakukan pengelolaan budidaya dengan memperketat biosecurity dan segera laporkan jika ada indikasi penyakit tersebut. 24 jam Satgas HPI siap untuk lakukan langkah taktis," tambahnya.

Rujatno, Pengurus Serikat Petambak Pantura Indonesia Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengatakan pihaknya terus melakukan edukasi kepada petambak di Pantura guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit AHPND. Menurutnya, saat ini budidaya udang vaname masih sangat bagus.

"Bisnis budidaya udang ini lagi bagus bagusnya. Makanya, begitu ada informasi jenis penyakit AHPND mulai menginfeksi udang budidaya di beberapa negara tetangga, kita langsung waspada dengan segera melakukan berbagai langkah antisipatif," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tambak udang petambak budidaya udang
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top