Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenperin Siap Carikan Investor Tambak Udang Vaname

Kemenperin siap memfasilitasi Pemprov Gorontalo untuk mencari calon investor untuk mengembangkan budi daya udang vaname di Provinsi Gorontalo.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  08:08 WIB
Ilustrasi - Aktivitas pembudidaya udang. ANTARA - HO/KKP
Ilustrasi - Aktivitas pembudidaya udang. ANTARA - HO/KKP

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai budi daya udang vaname di Provinsi Gorontalo memiliki potensi yang besar, sehingga perlu didukung oleh calon investor sektor industri pengolahan tambak.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku siap memfasilitasi Pemprov Gorontalo untuk mencari calon investor sektor industri pengolahan dalam upaya pengembangan tambak udang vaname. Adapun, budi daya udang vaname, selain guna memenuhi kebutuhan pasar domestik, juga berpeluang mengisi pasar ekspor.

“Kami akan mendorong peningkatan investasi untuk menumbuhkan industrinya. Oleh karena itu, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa mengakselerasi sektor strategis tersebut,” kata Agus dalam siaran pers yang dikutip, Rabu (15/7/2020).

Sebelumnya, Agus telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibi dan menyambut positif upaya memaksimalkan pengelolaan tambak udang vaname. Pihaknya dan berencana untuk meninjau langsung lokasinya.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, dari 16.713 hektare tambak udang yang tersebar di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo Utara, saat ini hanya 54 persen yang beroperasi. Tidak hanya itu, sebagian besar dari tambak yang ada, baru dikelola secara tradisional.

Pada Januari-September 2018, ekspor perikanan Gorontalo mencapai 40,2 ton, terbanyak adalah udang vaname. Udang jenis ini cukup banyak diminati masyarakat Jepang.

Agus menambahkan guna mendorong pertumbuhan sektor industrinya, perlu didukung dengan ketersediaan sumber pakan untuk budi daya. Ekspor udang, terutama udang vaname, merupakan yang terbesar dari sektor kelautan dan perikanan.

Sementara, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjelaskan sebagai daerah yang memiliki garis pantai yang panjang, Gorontalo sangat cocok untuk pengembangan udang vaname. Upaya pengembangan itu direalisasikan melalui program Kampung Vaname (KaVe) yang dicanangkan sejak 2016.

"KaVe dipusatkan di Kabupaten Boalemo, Pohuwato dan Gorontalo Utara. KaVe menjadi percontohan pengembangan udang vaname, melalui tambak budi daya udang intens tambak plastik [Busmetik] atau tambak buatan yang dilapisi plastik. Metode ini dinilai sederhana dan membuat udang cepat tumbuh," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Sila Botutihe berharap, dari hasil pertemuan Menperin dan Gubernur Gorontalo, akan dapat mempercepat masuknya investor untuk mengembangkan tambak udang vaname.

“Kami punya potensi udang vaname yang bersifat tambak rakyat. Dengan nantinya ada investor, pengelolaannya dari tradisional bisa menjadi sistem intensif,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin udang investor
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top