Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konfik SSS, Operator Perlu Diarahkan ke Persaingan Usaha Sehat

Saat ini, sudah ada 2 rute SSS yang dijalankan oleh pemerintah. yakni lintasan Tanjung Wangi – Lembar dan Surabaya – Lembar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 September 2020  |  20:54 WIB
Kapal tanker Success Fortune XL milik PT Soechi Lines. Kapal ini memiliki kapasitas hampir 300.000 DWT dan menjadi salah satu kapal andalan perseroan. - soechi.com
Kapal tanker Success Fortune XL milik PT Soechi Lines. Kapal ini memiliki kapasitas hampir 300.000 DWT dan menjadi salah satu kapal andalan perseroan. - soechi.com

Bisnis.com, JAKARTA - Adanya konflik rute antara short sea shipping (SSS) atau pelayaran jarak dekat dengan lintasan penyeberangan sebagai akibat dari ambiguitas regulator sehingga perlu didorong persaingan sehat antara keduanya.

Pakar Transportasi Perairan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Tri Ahmadi mengatakan sebenarnya dari sisi regulasi UU pelayaran kompetisi bidang kepelabuhanan, pelayaran dan penyeberangan tidak diharamkan, bahkan didorong agar jasa transportasi laut dan penyeberangan semakin efisien.

"Namun, Kementerian Perhubungan perlu mendorong agar operator penyeberangan lintas Merak - Bakauheni dan operator short sea shipping lintas Ciwandan-Merak, untuk berkompetisi secara sehat," ujarnya, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, masing-masing pihak hendaknya meningkatkan level of service untuk merebut pangsa pasar yang ada, secara elegan dan catatan utamanya perlu perlakuan yang sama atas pelaku pasar dibawah 2 rezim regulasi yang berbeda.

Kemenhub, jelasnya, perlu meninjau kembali masterplan dan APBN untuk pengembangan pelabuhan penyeberangan yakni pembangunan dermaga dan fasilitas lainnya di Pelabuhan Merak dan Bakauheni agar tidak terjadi idle kapasitas produksi transportasi penyeberangan karena ada kebijakan pemerintah membuka lintasan SSS Ciwandan-Panjang.

Saat ini, sudah ada 2 rute SSS yang dijalankan oleh pemerintah. yakni lintasan Tanjung Wangi – Lembar yang berhimpitan dengan lintasan penyeberangan Lembar – Padangbai dan Ketapang - Gilimanuk.

Beroperasi mulai 7 Agustus 2020 dengan menggunakan 2 unit armada yang memiliki karakteristik yang sama dengan angkutan penyeberangan yaitu kapal RoRo Penumpang. Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) jumlah pasar yang beralih ke lintas tersebut melebihi 30 persen.

Kedua, lintasan Surabaya – Lembar terdapat 2 perusahaan yang mengoperasikan kapal di lintas yang sama dengan perizinan yang berbeda, dimana 1 menggunakan perizinan Hubdat dan lainnya menggunakan perizinan Hubla.

Belum lagi ada rencana pengembangan lintasan Ciwandan, Banten - Panjang, Lampung yang berhimpitan dengan lintasan terpadat Merak - Bakauheni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

short sea shipping
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top