Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rasio Utang Luar Negeri Capai 38,2 Persen, BI Sebut Strukturnya Tetap Sehat

Posisi ULN Indonesia pada Juli 2020 adalah senilai US$409,7 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 September 2020  |  12:39 WIB
Seorang pria menghitung lembaran uang euro dan dolar AS. - Bloomberg/Kerem Uzel
Seorang pria menghitung lembaran uang euro dan dolar AS. - Bloomberg/Kerem Uzel

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio utang luar negeri (ULN) Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Juli 2020 tercatat naik menjadi 38,2 persen dari Juni 2020, yang sebesar 37,4 persen.

Tercatat, posisi ULN Indonesia pada Juli 2020 adalah senilai US$409,7 miliar, di mana ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) tercatat senilai US$201,8 miliar dan ULN sektor swasta, termasuk BUMN, senilai US$207,9 miliar.

Meski mengalami peningkatan, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan struktur ULN Indonesia pada Juli 2020 masih terjaga dengan sehat, dikarenakan struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,1 persen dari total ULN.

"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," katanya melalui keterangan resmi, Selasa (15/9/2020).

Jika dirincikan, posisi ULN pemerintah pada akhir Juli 2020 tercatat sebesar US$199,0 miliar atau tumbuh 2,3 persen yoy, relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Juni 2020 sebesar 2,1 persen yoy.

Perkembangan ini disebabkan adanya penarikan sebagian komitmen lembaga multilateral dan penerbitan Samurai Bonds untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, termasuk untuk penanganan pandemi Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kata Onny, ULN pemerintah tersebut dikelola secara terukur dan berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas pemerintah.

Sementara, pertumbuhan ULN swasta pada Juli 2020 tercatat 6,1 persen yoy, justru melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2020 sebesar 8,3 persen yoy.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dan kontraksi ULN lembaga keuangan (LK)

Onny menyampaikan dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," jelas Onny.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia utang luar negeri
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top