Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5.000 Unit Hunian Tak Layak di Gorontalo Jadi Sasaran Bedah Rumah

Kementerian PUPR mengalokasikan Rp87,5 miliar untuk memperbaiki 5.000 rumah tak layak huni di Gorontalo.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 15 September 2020  |  15:51 WIB
Hunian hasil pelaksanaan program Bedah Rumah. - Kementerian PUPR
Hunian hasil pelaksanaan program Bedah Rumah. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Rp87,5 miliar untuk memperbaiki 5.000 rumah tak layak huni (RTLH) di Gorontalo.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I. Hujurat mengatakan untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp17,5 juta per unit rumah kepada masyarakat.

Dana tersebut terdiri dari Rp15 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.

Sementara itu, untuk kegiatan pembangunan baru mencapai Rp35 juta yang terdiri dari Rp30 juta untuk bahan bangunan dan Rp5 juta untuk upah tukang.

"Dalam penyaluran dana  BSPS ini tidak adanya pungutan biaya sama sekali. Jadi, masyarakat bisa berswadaya dalam membangun rumahnya," ujarnya dalam siaran pers pada Selasa (15/9/2920).

Pihaknya juga terus mendorong Program Padat Karya di tengah pandemi Covid-19 melalui Program Bedah Rumah.

Sebagai informasi, penyaluran dana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Gorontalo terbagi menjadi dua yakni program BSPS reguler peningkatan kualitas di Provinsi Gorontalo pada tahun 2020 sebanyak 3.000 unit dan melalui penyaluran National Affordable Housing Program (NAHP) Bank Dunia sebanyak 2.000 unit.

Adapun total anggaran Program BSPS di Gorontalo sebesar Rp87,5 miliar yang tersebar di lima kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.

Program BSPS tersebut di salurkan di Kabupaten Gorontalo sebanyak 1.550 unit, Kabupaten Bone Bolango sebanyak 879 unit, Kabupaten Pohuwato 520 unit, Kabupaten Gorontalo Utara 717 unit, Kota Gorontalo 553 unit, dan Kabupaten Bolaemo 781 unit.

"Kami berharap ke depan Program BSPS ini dapat lebih memberikan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat ekonomi lemah dalam hal rumah yang tidak layak menjadi layak huni, dan ini akan mengurangi backlog rumah tidak layak huni di Kabupaten Bone Bolango khususnya dan umumnya di Provinsi Gorontalo," tuturnya.

Salah satu penerima bantuan Program BSPS Afhandi Talib mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak Kementerian PUPR khususnya pihak Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan atas bantuan sehingga rumahnya kini menjadi layak

"Terima kasih banyak karena berkat Program BSPS ini saya dan keluarga kini bisa punya rumah layak huni," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bedah rumah
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top