Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

“Guardian Program” Bikin Anak di Bawah Umur Tak Bisa Mengakses Vape

RELX Technology, perusahaan rokok elektrik terkemuka di Asia, mencanangkan Guardian Program agar anak-anak di bawah umur tak bisa mengakses vape.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 15 September 2020  |  22:35 WIB
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape) di Jakarta, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape) di Jakarta, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – RELX Technology, perusahaan rokok elektrik terkemuka di Asia, mencanangkan Guardian Program agar anak-anak di bawah umur tak bisa mengakses vape.

Sejak hadir di pasaran, RELX berkomitmen untuk menjunjung nilai-nilai perusahaan dan berusaha memastikan produknya tidak dapat diakses oleh pelanggan di bawah umur.

Guardian Program secara spesifik ditujukan untuk mencegah konsumsi produk RELX pada remaja dan nonperokok.

“Sejak awal, kami telah berkomitmen untuk mencegah penggunaan rokok elektrik oleh anak di bawah umur dan orang yang tidak merokok atau menggunakan vape. Oleh karena itu, RELX sangat bangga untuk mengimplementasikan Guardian Program kami untuk memastikan tanggung jawab menyeluruh atas komitmen ini, " jelas Country Manager RELX, Jonathan Ng, dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, Guardian Program adalah inisiatif seluruh perusahaan yang melibatkan pengembangan produk hingga penjualan, dan mencakup perwakilan RELX yang bekerja dengan pengecer dan karyawan di dalam toko untuk meningkatkan verifikasi usia, sehingga produk tidak jatuh ke tangan anak-anak dan nonperokok.

Di China, misalnya, siapa pun yang memasuki toko RELX resmi akan diminta untuk menunjukkan identitas untuk membuktikan bahwa mereka cukup umur, meskipun hal ini tidak diwajibkan oleh hukum.

Selain itu, RELX juga menggunakan teknologi mutakhir seperti artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan pencegahan akses kepada masyarakat di bawah umur melalui program bernama Project Sunflower.

Mesin penjual otomatis di China telah mengadopsi teknologi pengenalan wajah untuk memastikan hanya pelanggan dewasa yang dapat melakukan pembelian.

Anak di bawah umur juga tidak diizinkan memasuki toko RELX, dan kamera pemindai wajah di dalam toko akan segera memberi tahu staf toko RELX jika anak di bawah umur memasuki toko.

“RELX juga mendukung semua bentuk peraturan yang efektif untuk mencegah pembelian dan penggunaan produk oleh anak di bawah umur. Kemasan RELX mencantumkan label nikotin yang bertuliskan: Produk ini mengandung nikotin. Nikotin adalah bahan kimia adiktif,” lanjut Jonathan.

Peringatan seperti "Jauhkan dari anak di bawah umur" tercetak di kemasan semua produk RELX. Peringatan kesehatan yang ditampilkan pada kemasan RELX tidak diwajibkan oleh hukum di banyak negara.

Akan tetapi, perusahaan secara sukarela mencantumkan peringatan pada kemasan karena menyadari bahwa konsumen perlu mendapatkan informasi yang lebih baik tentang produk yang mereka beli. Situs web resmi RELX juga diberi batasan usia untuk mencegah anak di bawah umur membeli produknya.

Semua toko yang menjual produk RELX juga diharuskan memasang poster peringatan yang jelas. RELX juga menerapkan sistem penalti yang ketat bagi pengecer atau operator toko yang melanggar aturan, termasuk memutus kontrak dengan pengecer yang secara konsisten tidak bertanggung jawab dalam menegakkan komitmen RELX.

Sejak awal, RELX Technology telah mengakui bahwa misinya untuk memberdayakan perokok dengan alternatif berkualitas tinggi tidak hanya terletak pada kekuatan produknya, tetapi juga tanggung jawabnya terhadap komunitas yang lebih luas.

“RELX berusaha untuk menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan patuh pada ketentuan hukum yang diimplementasikan pada industrinya. Hal ini dipercaya dapat membantu menjaga reputasi perusahaan sebagai perusahaan yang menyediakan produk berkualitas tinggi kepada konsumen yang tepat melalui metode paling etis,” tutur Jonathan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rokok elektrik Industri Vape
Editor : Herdiyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top